Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Doa

Doa itu sejauh lutut bertelut. Doa itu sejauh jiwa berharap dan hati berbisik. Doa itu sejauh tangan terulur. Doa itu tidak jauh dari kita, sehingga kita harus naik ke langit ketujuh atau turun ke dunia orang mati. Doa itu hanya sejauh doa. Doa itu dekat di hati dan dekat di mulut. Tetapi kenapa doa begitu sulit kita lakukan?

Karena doa itu doa. Karena doa itu senjata ampuh dalam peperangan rohani dan bukan mainan pedang-pedangan. Doa itu sangat sering menjadi bulan-bulanan setan utk dipatah- hancurkan. Setan sangat membenci doa karena hobinya menjauhkan manusia dari Tuhan sedangkan doa itu mendekatkan manusia dengan Tuhan.

Sebelum berdosa, setan akan berkata: tidak apa-apa, Tuhan itu baik dan Dia mengerti kok kedagingan kita itu lemah. Sesudah berdosa, ketika bisa ular beracun itu menancap ke nurani kita, setan akan berkata:

1. Tidak apa-apa, Tuhan itu baik dan Dia mengerti kok dosa kita. Tidak usah minta ampun toh Dia sudah tahu dan menerima kita. Percuma berulang-ulang minta ampun toh kita jatuh ke dosa yang sama terus-terusan. Doa secukupnya saja berbisik dalam hati tidak usah neko-neko puasa atau penyesalan yg mendalam.

2. Rasain eloe, Tuhan itu Mahatahu dan Mahasuci yang nggak toleransi terhadap dosa sekecil apa pun. Apalagi dosa besar gini. Tidak usah minta ampun toh percuma susah diampuni soalnya kita jatuh ke dosa yang sama terus-terusan. Menyesal mendalam pun percuma karena Tuhan dah bosan dengan dalih kita.

Pendeknya, setan akan mencoba segala cara supaya kita tidak berdoa kepada Tuhan untuk bertobat, minta ampun, dan mendapat pengampunan. Doa bukan lagi sejauh hati berbisik tapi sejauh melangkahi mayat ular yang berbisik merongrong hati. Doa menjadi sangat sulit karena memang doa bukan main-main tapi serius di dalam sikap gentar kepada Tuhan dan menghadapi peperangan rohani.

Doa menjadi berat karena kita tidak mengerti Kabar Baik itu dan lupa bahwa kayu salib itu telah ditusukkan ke atas kepala ular dan telah meremukkannya. Kita tahu bahwa I am so bad that Christ has to die for me. Tetapi kita lupa the much bigger fact bahwa I am so loved that Christ gladly died for me (Diparafrasa secara bebas dari Timothy Keller, Gospel in Life). Kita diterima sepenuhnya di dalam Kristus bukan karena perbuatan baik kita, tapi karena kasih dan ketaatan-Nya yang sempurna. Kita diterima sepenuhnya oleh kasih-Nya yang besar untuk mendekat ke takhta kasih karunia agar tiap-tiap hari datang kepada-Nya untuk bertobat dan mendapatkan pengampunan di dalam doa. Inilah Kabar Baik. Sungguh, Kabar yang sangat Baik. Maukah kita mengamininya?

Lukas Yuan Utomo

Mei 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Kita mengucap syukur untuk penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas rangkaian Gospel Rally, Seminar, dan Grand Concert Tour di Australia dan Selandia Baru pada akhir Oktober dan awal November ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dear Kartika. Seperti yg disampaikan di awal, Tuhan Yesus pun 'dipilih' Allah sebagai Juruslamat...

Selengkapnya...

Allah Tritunggal mengasihi manusia tidak terbatas, hanya sebagai ciptaan kita manusia memiliki keterbatasan menerima...

Selengkapnya...

wuih mantap jiwa. sangat menjadi berkat bagi saya. terimakasih ya

Selengkapnya...

Bgm caranya sy bs memiliki buletin pillar edisi cetak?

Selengkapnya...

@David Chandra : kan kita sama2 mengerti bagaimana Tuhan memulihkan Gereja-Nya dari reformasi melalui Martin Luther...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲