Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Doa Daniel dan Visi Kerajaan Allah

Daniel 9:16-19
Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami. Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu bukan berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!

Daniel adalah seorang figur yang digambarkan oleh Alkitab sebagai figur yang benar, berintegritas, dan tidak bercacat cela. Dia menjadi kesaksian yang baik dalam pengabdiannya kepada Nebukadnezar (kerajaan Babel) dan Darius (kerajaan Media-Persia).

Ketika saya merenungkan doa Daniel ini, saya tergerak untuk membagikannya kepada para pembaca PILLAR sekalian. Doa ini menunjukkan seorang Daniel dengan kualitas pemimpin atau raja (benar, berintegritas, dan tidak bercacat cela) yang ternyata memiliki hati yang rendah hati. Dia menyadari dosa-dosanya di hadapan Tuhan dan menyadari dirinya sebagai bagian dari suatu bangsa yang sangat berdosa dan tercela. Sebagai imam dia berdoa untuk pendamaian bangsanya di hadapan Tuhan. Curahan hati Daniel terlukiskan dalam desakan doanya, “Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh.”

Di akhir cerita kita mengetahui bahwa Daniel bertemu dengan malaikat dan Daniel disebut “Dikasihi Tuhan”. Dia mendapatkan karunia nabi di mana dia mendapatkan visi Kerajaan Allah dan dia mengerti jatuh bangunnya kerajaan-kerajaan dunia di masa depan. Daniel dikasihi Tuhan karena Daniel mengerti siapa Tuhannya dan anugerah-Nya, dia berkata di akhir doanya, “Oleh karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!” Allah dan nama Allah sendirilah yang menjadi alasan dari semuanya. Daniel mengerti visi Kerajaan Allah dan bahwa kerajaan Allah hanya dapat ditegakkan oleh Tuhan sendiri.

Di tengah kekacauan politik Indonesia karena ancaman setelah pilpres dan RUU Pilkada, ancaman terhadap demokrasi Hong Kong, ancaman kesehatan dunia oleh virus Ebola, dan ancaman keamanan dunia oleh ISIS, apakah kita berdoa seperti Daniel untuk membawa bangsa, negara, dan dunia berdamai dengan Tuhan? Apakah kita memiliki visi Kerajaan Allah bahwa kerajaan dunia dengan segala dinamikanya bersifat sementara? Apakah kita mengerti bagaimana Tuhan bekerja untuk menggenapkan rencana-Nya atas Kerajaan Allah di dunia ini?

Lukas Yuan Utomo

Oktober 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲