Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Drama Kosmik

Jika Anda diminta untuk mengisahkan cerita hidup Anda, apa yang akan Anda tuliskan? Tokoh-tokoh seperti apa saja yang ada di dalam kisah tersebut? Berlangsung pada latar apa dan cerita apa? Bagaimana alurnya? Dan apa temanya ceritanya? Sayangnya, banyak orang Kristen ketika mengisahkan cerita hidupnya tidak nyambung dengan cerita Alkitab. Cerita kita lebih mirip dengan cerita naturalisme, yang alurnya digerakkan oleh sebab-akibat natural yang mempunyai sistem tertutup. Tidak ada tempat bagi tokoh seperti “Tuhan”, “malaikat”, dan “roh-roh jahat di udara”.

Cara Paulus bercerita sangat lain. Dalam Efesus 2:1-2, dia menggambarkan kondisi jemaat di Efesus yang dahulu “mengikuti jalan dunia ini”, karena mereka “menaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka”. Dari sudut pandang orang modern, cerita hidup Paulus tentu terdengar penuh kegaiban dan takhayul. Latar tempatnya bukan kerajaan Romawi tetapi kerajaan angkasa. Tokoh musuh utama bukan kaisar Romawi tetapi penguasa kerajaan angkasa yang tidak bertubuh namun mempunyai kekuatan dahsyat.

Beberapa pasal setelah itu, pada Efesus 6, Paulus menjelaskan alur cerita yang sedang dijalaninya. Dia sedang berbicara tentang sebuah peperangan: “karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara”. Paulus menempatkan dirinya di tengah-tengah sebuah peperangan agung antara kerajaan sorga melawan kerajaan angkasa. Karena itu, dia menasihati pembaca suratnya untuk mengenakan segala perlengkapan senjata Allah.

Jika kita membaca Kisah Para Rasul, kita akan segera melihat bahwa Roh Kudus adalah tokoh penggerak sentral yang menentukan alur cerita Paulus. Roh Kudus adalah tokoh yang memimpin peperangan melawan kerajaan angkasa, peperangan yang berlaskarkan Petrus, Yohanes, Yakobus, Stefanus, Filipus, Paulus, dan lain-lain. Roh Kudus memimpin peperangan bukan untuk memenangkan teritorium fisik, tetapi rohani. Semakin banyak jiwa yang dimenangkan bagi Kristus, semakin luas teritorium kerajaan sorga.

Hai orang Kristen, sadarkah Anda bahwa Anda juga sedang berada di dalam drama kosmik ini? Sebagai salah satu tokoh dalam drama ini, apa yang sedang Anda lakukan? Seperti apakah andil Anda dalam memperluas Kerajaan Allah? Apakah dalam pengalaman hidupmu, Roh Kudus hadir sebagai tokoh penting? Atau jangan-jangan Dia tidak pernah masuk ke dalam daftar tokoh? Marilah kita menghidupi dan melanjutkan cerita Alkitab di dalam hidup kita. Dunia yang sesungguhnya adalah dunia Alkitab, bukan dunia sebagaimana dipahami dalam naturalisme.

Erwan

November 2013

2 tanggapan.

1. Paul Muaratua dari Medan berkata pada 27 December 2013:

Sebenarnya yang dimaksud dengan Kerajaan Angkasa itu adalah roh-roh yang ada di manusia, dia ada di manusia dan mengontrol manusia, jadi kehendak bebas manusia itu dikontrol sepenuhnya oleh penguasa kerajaan angkasa, dia itu segambar dengan manusia, kerajaan angkasa itu, kerajaan angkasa itu juga disebut dengan dalam alkitab dunia yang tidak kelihatan bagi manusia, tapi bagi Allah dia itu exist. merekan itu seolah-olah tidak ada, tapi sesungguhnya merekalha yang menanggung nereka, bukan manusia yang menaggung nereka.

salam Paul Muaratua

2. Paul Muaratua dari Medan berkata pada 30 December 2013:

1. Manusia itu dia pikir hidup hanya sendiri saja, padahal sebenarnya dia itu ada hidup di manusia itu sendiri. manusia sendiri tidak menyadari keberadaan dia, tapi dia itu exist, dia selalu berbuat hanya utnuk dilihat manusia, bukan Allah.

2. Kehendak bebas manusia itu dikontrol sepenuhnya oleh yang hidup di manusia, dia itu adalah mahluk rohani, karena tubuhnya terbuat dari roh,dia itu sebenarnya telanjang kalau diluar manusia, karena pakaian mereka itu adalah lambang kemuliaan Allah, berhubung dia telah jatuh dalam manusia, maka dia telanjang , akui kamu adalah penguasa angkasa, kalau diluar manusia dia itu bisa terbang sendiri, bagi dia itu kalau diluar manusia itu adalah bayangan saja. dia itu adalah dulu-duilunya malaikat Allah, tetapi dia telah jatuh dalam dosa, makanya dia itu yang disebut roh-roh jahat, roh najis, setan, iblis.

Jadi kamu bahas kamu sendiri

salam Paul Muaratua

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲