Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dua Ekor Kuda

Suatu hari di padang rumput ada dua ekor kuda. Kuda liar yang hidup di alam bebas dan kuda penarik delman.

Kuda liar berkata, “Tampangmu jelek sekali. Pakai kacamata, tali, sepatu, bawa-bawa gerobak lagi. Hidupmu pasti sangat menderita. Kasihan sekali kamu.”

Kuda penarik delman menjawab, “Gak kok. Justru aku merasa hidupku bermakna.”

Dengan rasa aneh kuda liar berkata, “Bagaimana mungkin? Kamu harus senantiasa mengikuti kemauan majikanmu. Tidak bisa bebas seperti saya. Kapan saya mau lari, saya lari. Kapan saya mau makan, saya makan. Kapan saya mau tidur, saya tidur. Tubuhku memperlihatkan kekuatan, keindahan, dan kecepatan karena aku tidak membawa beban apapun. Aku bisa melakukan apapun yang aku inginkan, tidak ada yang mengendalikan aku. Aku sangat bahagia.”

Dengan mantap kuda penarik delman berkata, “Dahulu aku seperti kamu. Suatu hari aku berjumpa dengan majikanku dan entah bagaimana aku percaya kepadanya. Aku tidak merasa dia sebagai ancaman, tetapi sebaliknya aku merasa aman di dekatnya. Sampai suatu saat, dia memasangkan semua yang tadi kamu sebutkan: kacamata, tali, sepatu, dan gerobak. Aku merasa tertipu dan marah tetapi dia mengatakan kepadaku,

Aku mengasihimu dan mau engkau memiliki hidup yang bermakna. Kacamata adalah untuk melindungi matamu dari lalat yang bisa mendatangkan penyakit bagimu, untuk menjagamu tetap fokus pada tujuanmu, tidak distract pada hal-hal yang tidak penting. Tali kekang adalah untuk mengingatkanmu untuk melakukan apa yang harus kaulakukan bukan apa yang kamu suka lakukan. Sepatu adalah untuk melindungi kakimu di jalan yang panas juga terhadap bahaya pecahan kaca dan lainnya yang mungkin ada di jalanan. Gerobak adalah untuk engkau membawa semua hasil panen kebun saya ke pasar sehingga banyak orang boleh menikmati anugerah dari Sang Pencipta langit dan bumi beserta segala isinya. Sebagai kuda liar kamu hidup hanya untuk dirimu sendiri, sebagai kuda penarik delman kamu memberikan hidupmu. Sebagai kuda liar kamu hidup berguna hanya untuk dirimu sendiri, sebagai kuda penarik delman kamu hidup berguna bagi banyak sekali orang. Jangan takut, aku memelihara kamu.

Awalnya sangat sulit, tetapi aku selalu ingat kata-katanya. Dengan berjalannya waktu aku melihat semua yang dikatakannya benar. Dan kamu tahu apa yang paling menyenangkanku? Adalah melihat wajahnya yang tersenyum penuh kasih kepadaku! Aku tahu pasti dia menyayangiku, aku tidak sendiri.

Jika di tahun 2013 kita sering mengendalikan hidup kita sendiri, apakah di tahun 2014 kita mau dikendalikan oleh Sang Pengendali? Kacamata, tali kekang, sepatu, gerobak itu sulit diterima tetapi marilah kita ingat kata-kata-Nya, “Rancangan-Ku mengenai kamu adalah rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikanmu hari depan yang penuh harapan.” (Yer. 29:11)

Yana Valentina

Januari 2014

3 tanggapan.

1. Maria dari Jakarta berkata pada 8 January 2014:

Sebuah artikel yang sangat membangun. Puji Tuhan yg selalu memelihara dan menjaga umatNya dan memberi pertolongan tepat pada waktuNya. Saya dikuatkan melalui artikel ini. Terima kasih. Tuhan memberkati

2. Maria dari Jakarta berkata pada 8 January 2014:

Sebuah artikel yang sangat membangun. Puji Tuhan yg selalu memelihara dan menjaga umatNya dan memberi pertolongan tepat pada waktuNya. Saya dikuatkan melalui artikel ini. Terima kasih. Tuhan memberkati

3. Kho Thian Tjuan dari Bandung berkata pada 4 February 2014:

Jika saya ada di tangan saya hanya seonggok tanah liat. Saya di tangan Tuhan menjadi bejana yang berguna bagi hormat dan kemuliaanNya. Aku bersyukur jadi kuda beban di tangan-Nya.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲