Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Dua Skenario Menuju Kemuliaan

Ada dua buah skenario yang dapat kita coba jalani untuk memahami apa artinya kemuliaan Kristen. Skenario pertama adalah seperti ini: Suatu hari, presiden memilih dengan acak rakyat yang mendapat hak untuk makan malam bersamanya. Tidak disangka, undian jatuh pada Anda! Karena itu, datanglah Anda dengan memakai baju terbaik. Di meja makan itu, Anda menunjukkan kelakuan dan bahasa terbaik. Segalanya sempurna pada saat itu. Makanan dan pembicaraan di meja makan itu merupakan yang terbaik yang pernah Anda nikmati. Seusai pertemuan itu, Anda pulang dengan hati berbunga-bunga. Itulah skenario pertama.

Skenario kedua adalah seperti ini: Suatu kali, Anda terpisah dari rombongan dan tersesat di tengah hutan. Setelah berjalan sekian lama untuk mencari jalan keluar, Anda secara mengagetkan bertemu dengan presiden yang juga terpisah dari para pengawalnya dan tersesat. Anda dan presiden kemudian berjuang untuk mencari jalan keluar. Tidak hanya itu, kalian kehausan, kelaparan, dan kedinginan bersama-sama. Kalian berbagi makanan yang didapatkan dengan bersusah-susah. Makanannya adalah yang terburuk yang pernah Anda makan, tetapi perlu untuk bertahan hidup. Kalian juga bersama-sama menghadapi dan melarikan diri dari binatang buas. Akhinya, setelah berhari-hari, kalian berhasil menemukan jalan keluar dari hutan tersebut.

Pertanyaan yang ingin saya ajukan adalah: Manakah skenario yang membawa kebanggaan/ kemuliaan yang lebih ketika Anda menceritakan ulang? Saya yakin, skenario pertama lebih menyenangkan untuk dijalankan, tetapi skenario kedua membawa kemuliaan yang lebih besar dan lebih layak diceritakan. Mengapa demikian? Inilah rahasia besar yang dinyatakan oleh salib Kristus: kemuliaan didapatkan karena melewati penderitaan, dan kemuliaan Kristen yang sejati didapat karena melewati penderitaan bersama Kristus.

Jenis jalan pada skenario pertama adalah jalan kemuliaan yang tak bermediasi. Artinya, itu adalah jalan yang mengiming-imingkan kemuliaan tanpa diperantarai oleh salib Kristus. Sementara itu, jenis jalan pada sekenario kedua adalah jalan kemuliaan yang termediasi oleh penderitaan bersama dengan Kristus. Jika gereja tidak berhati-hati, gereja dapat tergoda untuk mengejar kemuliaan di jalan yang pertama, yaitu kemuliaan tanpa salib. Ini adalah gereja yang tidak mengajarkan penderitaan salib, tetapi menekankan kesuksesan duniawi (materi) atas nama beriman kepada Yesus.

Gereja kiranya tidak melupakan Firman Tuhan yang dinyatakan melalui Petrus: “Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.” (1 Pet. 4:13-14)

Apakah yang lebih membanggakan dan lebih mulia daripada diberikan hak untuk menderita bersama-sama dengan Kristus?

Erwan

Oktober 2013

2 tanggapan.

1. Pdt.Anang Sugeng dari banyuwangi berkata pada 22 October 2013:

Memang tidak ada kemuliaan yang besar kecuali kita boleh mengambil bagian dalam penderitaan Kristus,karena kita yakin akan akan mendapat kemuliaan setelah itu(Roma 8:17).Tetap semangat.

2. okto tenistuan dari timor tengah selatan berkata pada 30 October 2013:

saya berterima kasih karena menambah pengetahuan ketika membaca yang tertulis dalam ilustrasi ini

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲