Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Faith Statement

Pada masa kekaisaran Romawi, terutama sejak Kaisar Konstantin melegalkan agama Kristen di wilayah kekaisaran, banyak orang berbondong-bondong menjadi Kristen. Menjadi Kristen seperti fashion terkini yang sedang populer di kalangan warga Romawi. Alhasil meski mengaku Kristen kebanyakan tidak mengerti apa artinya menjadi Kristen, akibatnya kekristenan mereka hanya sebatas “KTP”.

Tidak banyak berbeda dengan zaman tersebut, hari ini juga banyak orang yang sekadar ikut- ikutan menjadi bagian dari agama tertentu. Bahkan ada yang memakai aksesoris-aksesoris, seperti kalung atau baju-baju tertentu, yang berkaitan dengan agama mereka sebagai faith statement. Mereka seakan-akan mau menunjukkan dirinya adalah “orang beragama” atau “orang benar” atau bahkan “orang suci”. Namun, lagi-lagi pengertian akan iman mereka mungkin hanya sebatas fashion statement.

Tidaklah mengherankan jika kemudian perilakunya tidak mencerminkan iman yang dilakoninya. Tindakan sehari-hari justru tidak mencerminkan bahkan bertentangan dengan kepercayaannya (atau mungkin memang itulah gambaran aslinya). Yang melihat pun kemudian risih dan bertanya-tanya, “Inikah yang namanya orang beragama?” Di sisi lain kita tentu saja tidak perlu bertanya-tanya karena agama selayaknya bukan sebatas permukaan apalagi sekadar menjadi fashion.

Seperti kata Pengkhotbah memang tidak ada yang baru di bawah matahari. Dari umat Israel, orang-orang Kristen zaman Romawi sampai orang Kristen hari ini, faith statement ujung- ujungnya menjadi fashion statement. Mumpung masih awal tahun, mari kita menyelidiki dengan serius pengakuan iman kita. Mari kita meminta Roh-Nya menelusuri sudut-sudut hati kita yang terdalam, yang masih diliputi kegelapan, untuk dijangkau oleh terang-Nya. Lalu bersama-sama dengan Daud kita memohonkan, “Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!” (Mzm. 139:23-24). Soli Deo Gloria.

Haryono Tafianoto

Januari 2018

2 tanggapan.

1. Sipri dari Gorontalo berkata pada 17 January 2018:

Sangat memberkati. Kondisi zaman ini membuktikan kemajuan pengetahuan theologia meningkat, keterampilan dalam memerankan bakat sangat baik tetapi karakterlah yang membunuh kesaksian hidup akhirnya kekristenan hanya seperti sebuah peran sandiwara. Terimakasih.

2. Kudeng Sallata dari Makassar berkata pada 24 January 2018:

Iman yang sejati adalah iman yang diperoleh melalui pertobatan yang penuh hati, bukan karena dikondisikan atau paksaan, tetapi karena anugerah saja dari Allah Trinitas sehingga tidak ada kepura-puraan, namun ada juga yang pasti yaitu iman yang bertumbuh, dari biji kecil menjadi besar itulah ciri iman sejati. Meskipun begitu pendengar firman hanya seperempat saja yang bisa berbuah kata Tuhan Yesus Kristus dalam perumpamaan Nya, semoga bermanfaat. Soli Deo Gloria

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Kita mengucap syukur untuk penyertaan dan pemeliharaan Tuhan atas rangkaian Gospel Rally, Seminar, dan Grand Concert Tour di Australia dan Selandia Baru pada akhir Oktober dan awal November ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dear Kartika. Seperti yg disampaikan di awal, Tuhan Yesus pun 'dipilih' Allah sebagai Juruslamat...

Selengkapnya...

Allah Tritunggal mengasihi manusia tidak terbatas, hanya sebagai ciptaan kita manusia memiliki keterbatasan menerima...

Selengkapnya...

wuih mantap jiwa. sangat menjadi berkat bagi saya. terimakasih ya

Selengkapnya...

Bgm caranya sy bs memiliki buletin pillar edisi cetak?

Selengkapnya...

@David Chandra : kan kita sama2 mengerti bagaimana Tuhan memulihkan Gereja-Nya dari reformasi melalui Martin Luther...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲