Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Fokus Doa

Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. (Mat. 6:7-8)

Yesus menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Luk. 18:1)

Yesus mengajar kita bagaimana harus berdoa. Ketika para murid bertanya, “Tuhan, ajarlah kami berdoa”, Yesus mengajar kita berdoa Doa Bapa Kami. Doa Bapa Kami adalah doa yang tidak bertele-tele. Doa yang lengkap menyatakan kemuliaan Allah dan kebutuhan manusia. Sering kali ketika bergumul dalam doa di kehidupan ini, dalam perjalanan mengikut Tuhan selama hidup, kita bingung bagaimana harus berdoa. Terkadang kita merasa kita mesti lebih sering berdoa dan lebih banyak berdoa supaya Tuhan lebih tergerak. Terkadang kita merasa pasrah untuk berdoa karena jawaban doa tidak kunjung-kunjung datang. Kita merasa mesti lebih banyak berdoa karena Tuhan mengatakan supaya kita berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kita merasa sinis dan menganggap percuma berdoa karena Tuhan sudah tahu apalagi Dia berkata agar kita tidak bertele-tele dalam doa. Sebenarnya bagaimanakah kita harus berdoa?

Sebenarnya, yang menjadi inti doa bukanlah berapa panjang/lama/banyaknya doa (tidak jemu-jemu) ataupun berapa singkat/padat/jelasnya doa (tidak bertele-tele), tetapi hati dan iman kita. Bertele-tele dan kejemuan adalah ekspresi iman dan hati kita di dalam doa. Apakah kita berdoa panjang/lama/banyak karena kita khawatir Tuhan tidak mendengar? Apakah kita berdoa singkat/padat/jelas karena merasa doa tidak mengubah keadaan? Ini salah. Karena orientasi doa kita hanya kepada jawaban doa, terkabulnya doa, dan tujuan doa. Kita tidak melihat doa sebagai suatu relasi komunikasi dengan Tuhan. Doa kita hanya dipenuhi permintaan dan permintaan tanpa ada penyembahan dan ucapan syukur. Itu sebabnya doa kita sangat mekanis. Marilah kita belajar berdoa dengan mengenal Tuhan kita yang baik dan teramat baik. Marilah kita belajar berdoa mengenal Tuhan kita yang besar dan teramat besar. Marilah kita belajar berdoa mengenal Tuhan kita yang agung dan mulia dan teramat agung dan mulia.

Lukas Yuan Utomo

Agustus 2015

2 tanggapan.

1. jack nyewel dari di manado tapi orang papua berkata pada 9 August 2015:

Artikel di atas adalah menurut saya kerangka dari pada doa kita jadi benar seringkali kita berdoa lebih banyak permintaan kebutuhan kita dari pada keagungan bagi-Nya. Thank untuk renungannya saya dapat diberkati.

2. Yoly dari Jakarta berkata pada 10 August 2015:

Terimakasih untuk renungannya, sungguh membawa berkat. Amin

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲