Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Glorious Death

Filipi 1:21 - Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Orang Sparta melihat kematian yang mulia adalah kematian di medan perang. Orang biasa-biasa yang tidak haus darah seperti kaum Sparta melihat kematian yang mulia adalah kematian di usia tua dikelilingi oleh sanak saudara (dan bukan karena sakit tentunya, tetapi karena sudah saatnya tutup usia). Namun sebenarnya di sepanjang sejarah, di seluruh dunia… hanya pernah dicatat satu saja kasus kematian yang mulia. Bukan kematian manusia, tetapi kematian sosok God-man yang berinkarnasi, yang menyerahkan hidup-Nya dengan rela, dengan kehendak-Nya, bukan karena kematian merampasnya dengan paksa. Bukan karena kematian sebagai akibat dosa, melainkan kematian sebagai rencana kekal Allah sejak dalam kekekalan.

Kematian mulia karena kematian tersebut dijalani oleh Sang Mulia.
Kematian mulia karena kematian tersebut untuk menggenapi kemuliaan Allah dalam kesucian-Nya yang tidak bisa sekadar melewati pelanggaran dosa manusia.
Kematian mulia karena itu membawa kemuliaan puncak bagi nama Bapa di Sorga.
Kematian mulia karena itu diperkenan Allah: dari Allah, oleh Allah, dan bagi Allah.

Saya terus berdoa bahwa suatu saat Tuhan memberikan anugerah kematian yang menjadi berkat, kematian yang membawa kemuliaan bagi Bapa sama seperti kematian mulia Anak-Nya. Saya berdoa supaya kelak yang menerima Tuhan Yesus pada waktu matiku itu lebih banyak dari pada pada waktu hidupku. Ketika itulah mati menjadi keuntungan. Keuntungan bagi diri pribadi karena itulah jalan masuk menuju kemuliaan kekal, keuntungan bagi orang lain yang terberkati dalam komunitas Kerajaan Allah.

Heruarto Salim

Oktober 2014

7 tanggapan.

1. ishak pribadi dari jakarta barat berkata pada 10 October 2014:

Pada waktu hadapi maut, apa yg harus dilakukan?

2. ishak pribadi dari jkt barat berkata pada 10 October 2014:

Mana jawaban atas pertanyaan ku

3. hizkia dari surabaya berkata pada 11 October 2014:

seharusnya pertanyaanya, sebelum hadapi maut, apa yang harus dilakukan? karena kalau sudah hadapi maut, sudah tidak bisa apa2.. :)

4. adhya dari Jakara berkata pada 13 October 2014:

Mengenai menghadapi maut, Tuhan Yesus menyatakan di dalam alkitab dalam Matius 25: 1-13. Mengenai gadis yang bijaksana dan gadis yang bodoh. Kesimpulan dari perumpamaan tersebut adalah ayat ke 13: "Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya". Kita tidak tahu kapan maut akan menghampiri kita. kita tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika menghadapi maut, tetapi kita harus selalu berjaga-jaga seperti di dalam Lukas 12:35-48. Mungkin beberapa menganggap ayat2x tersebut untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan Yesus (bukan menghadapi kematian), tetapi apa yang manusia bisa lakukan / berjaga-jaga hanya sebatas selama kita hidup. ketika kita sudah mati, kita tidak lagi bisa melakukannya.

5. ishak pribadi dari jkt barat berkata pada 13 October 2014:

Maksudku pada waktu merenggang nyawa, ada waktu beberapa detik menit

6. Adhya dari Jakarta berkata pada 13 October 2014:

Apakah ini kita yang akan hadapi maut tersebut atau orang lain (misal salah satu keluarga sudah mau sekarat). Kalau kita sendiri, sebaiknya seperti 2 Timotius 4:5-8."Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir aku telah memelihara iman.". Kalau untuk orang lain, alangkah baiknya kalau orang tersebut telah menerima Tuhan sebagai juru selamat, kalau seperti itu, orang tersebut dapat berdamai di dalam Tuhan, kalau belum, sebaiknya kita hibur dan di injili agar dia dapat menerima anugrah keselamatan. Kalau kita sudah benar2x bertobat dan menerima anugrah keselamatan, seharusnya kita bisa mengatakan seperti pada Filipi 1:21, "karena bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan". Pertanyaannya, apakah anda telah menyerahkan hidup anda untuk Kristus dan menyatakanNya di dalam hidup anda? Atau anda masih hidup seperti kristen sekedar identitas?

7. ishak pribadi dari jkt barat berkata pada 13 October 2014:

Thanks. Ini utk aku, bila aku org percaya sedang sekarat.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲