Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Happy Birthday

Untuk segala sesuatu yang berada, ada mulanya. Sejarah manusia dimulai dengan perkataan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi” maka segala sesuatu menjadi ada. Keberadaan sesuatu dari tidak ada menjadi ada umumnya dirayakan manusia sebagai celebration. Kelahiran seorang bayi dirayakan, kelahiran sebuah negara dirayakan, pernikahan dirayakan. Namun akhir dari suatu keberadaan pun diperingati, kematian seorang manusia diperingati, bahkan perceraian pun diingat, dan akhir dari sejarah manusia dimulai dengan perkataan Yesus Kristus “Ya, Aku datang segera!”

Tidak ada akhir yang benar-benar akhir. Akhir dari sesuatu adalah permulaan dari sesuatu yang baru. Akhir dari suatu pernikahan merupakan awal dari status yang berbeda. Akhir dari kematian di dunia sementara merupakan awal dari kehidupan di dunia kekal. Kita merayakan dan memperingati kejadian yang memiliki arti dalam hidup kita. Setiap tahun kita merayakan hari ulang tahun, hari kita menjadi berada di dalam dunia. Pada saat itu biasanya kita menilai masa lalu dengan kriteria apa yang sudah kita capai dan memimpikan masa depan dengan kriteria yang ingin kita peroleh.

Happy birthday, selamat ulang tahun, bernuansa bahagia. Tidak ada yang mengucapkan Sad birthday, turut berduka untuk ulang tahun. Jika seseorang hidupnya penuh dengan kesulitan dan kesedihan, mungkin dia tidak akan antusias merayakan ulang tahunnya, bahkan mungkin juga dia tidak mengingini kelahirannya. Penderitaan mungkin membuat hidup tidak berselera, namun kesuksesan pun dapat membuat hidup tidak puas. Ulang tahun menjadi berselera jika hidup diisi dengan hal-hal yang berarti, yang memiliki nilai tak terbatas dan kekal.

Sejarah manusia dimulai oleh Allah Bapa dan diakhiri oleh Allah Anak yang akan memulai sesuatu yang baru. Marilah hidup hari lepas hari dengan pimpinan Allah Roh Kudus yang memberikan nilai kekekalan dalam hidup kita, sehingga setiap hari menjadi Happy Birthday.

Yana Valentina

September 2015

2 tanggapan.

1. Agung Susatyo dari Surabaya berkata pada 17 September 2015:

Terimakasih buletin pilar Saya bersyukur direspon dengan baik ,saya membaca buletin pilar untuk bertumbuh serta tambah wawasan dalam Tuhan , serta saya senang uraian - uraian dari berbagai penulis ,berkat Tuhan biarlah terus tercurah untuk anda semua ,terimakaih.

2. Agung Susatyo dari Surabaya berkata pada 17 September 2015:

Artikel -artikel yang bisa memberi pengertian yang saya maksud ialah artikel dengan judul Beloved yang memberikan ulasan yang jelas yang ditulis oleh sdri Maya Sianturi , serta tulisan -tulisan yang lainnya juga . Demikian terimakasih Tuhan Yesus memberkati , Amin.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shallom... Terima kasih untuk renungan yang sangat memberkati. Kata-katanya tersusun dengan sangat bagus, saya sangat...

Selengkapnya...

Yth bpk Admin, 1. Kenapa umat Kristen harus memegang 2 kitab yaitu Taurat dan Injil. 2. Dalam memegang kedua...

Selengkapnya...

Saya sangat tertarik dengan ajaran reformed injili.. Setiap kali ada kegiatan di solo saya pasti harus bisa datang.....

Selengkapnya...

Terkadang kepahitan merupakan obat yg paling manjur untuk bertahan dalam menjalankan kehidupan sehari hari asalkan...

Selengkapnya...

Mohon setiap tulisan diikutsertakan Firman Tuhan. Artinya setiap tulisan dasarnya dari Firman Tuhan di usahakan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲