Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Hina dan Mulia

Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, untuk memberitakan tahun rahmat TUHAN dan hari pembalasan Allah kita, untuk menghibur semua orang berkabung. (Yes. 61:1-2)

Kita sedang berada di dalam masa antara Natal dan Tahun Baru. Natal merupakan kedatangan Tuhan Yesus yang pertama kali untuk memberitakan Tahun Baru (rahmat) kepada yang sengsara, remuk hati, dan ditawan.

Tuhan Yesus datang ke dalam dunia untuk menyebut mereka berbahagia. Berbahagialah orang yang sengsara karena mereka yang empunya kerajaan Allah, berbahagialah yang remuk hati karena akan mendapat hati utuh, berbahagialah yang ditawan, karena mereka akan merdeka. Dan bukan hanya itu, karena Tuhan Yesus menyamakan diri-Nya dengan yang sengsara, remuk hati, dan ditawan. Kapankah Yesus sengsara? Di kayu salib. Kapankah Yesus remuk hati? Di kayu salib. Kapankah Yesus ditawan? Di kayu salib.

Yesus mengatakan: barang siapa memberi Aku pakaian saat Aku telanjang dan kedinginan, makanan saat Aku kelaparan, mengunjungi Aku saat Aku dipenjara, mereka tidak akan kehilangan upahnya. Tuhan Yesus menyamakan diri-Nya dengan yang paling hina di dalam masyarakat. Yesus berpesan bahwa biarlah Gereja Tuhan melakukan hal paling kecil ini kepada saudaranya yang paling hina di sekitarnya. Hal sederhana yang memulihkan martabat manusia. Hal sederhana yang memulihkan citra Allah di dalam diri manusia. Hal sederhana yang mengangkat derajat manusia kembali ke posisi semula. Dan sesungguhnya, hal sederhana yang tidak akan dilupakan oleh Tuhan, saudara kita yang paling mulia itu. Ada cap kemuliaan Tuhan di dalam sesama kita manusia yang paling hina sekalipun di sekitar kita. Apakah kita mengasihi mereka?

Mari kita gereja Tuhan memberitakan tahun rahmat kepada mereka di tahun yang baru ini. Supaya di hari Natal yang kedua dan tahun rahmat berikutnya, mereka boleh makan bersama- sama dengan Raja kita. Ya, mereka boleh makan bersama dengan Sang Raja dan kita, supaya sukacita kita menjadi penuh.

Lukas Yuan Utomo

Desember 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲