Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

I-Thou

Apa yang memberikan kepuasan tertinggi bagimu? Bagi yang suka nonton bola, mungkin menonton semua pertandingan bola seru yang ada; bagi yang suka barang-barang, mungkin mengoleksi semua barang yang diinginkannya; bagi yang suka bicara, mungkin ngobrol sepanjang hari dengan siapa pun dan di mana pun. Kepuasan akan diperoleh ketika realitas menjadi sama dengan pengharapan, atau ketika realitas melampaui pengharapan. Tetapi hidup lebih sering membuktikan bahwa realitas kurang dari pengharapan. Kita sering mendengar orang dewasa mengatakan, “Taruhlah mimpimu setinggi langit”. Tetapi Alkitab mengatakan, “Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Rm. 12:3)

Martin Buber, seorang theolog dan filsuf Jerman, mengatakan bahwa hidup manusia menemukan arti dalam relasi. Manusia berelasi dengan dunia dengan mode I-It (Saya-Itu) dan I-Thou (Saya-Engkau). I-It adalah relasi antara subjek dengan objek, dengan kontrol dan utilitas. I-Thou adalah relasi antara subjek dengan subjek, dengan hubungan mutualisme. Di dalam I-It hanya ada monolog, sedangkan di dalam I-Thou ada dialog. Makna hidup manusia hanya dapat dipuaskan di dalam relasi I-Thou, dan secara sempurna oleh Tuhan yang adalah Thou yang ultimat.

Dengan demikian momen-momen di mana kita dapat duduk tenang untuk mendengar firman Tuhan, membaca Alkitab, berlutut untuk berdoa, merenungkan kasih Tuhan, memuji Dia dengan nyanyian, memberikan persembahan dengan sukacita dan rela hati, memberi kepada orang lain di mana kita sebagai saluran anugerah Tuhan bagi orang itu, melakukan hal-hal kecil sekali pun yang memperkenan hati Tuhan, membawa orang lain untuk mengenal dan mengalami kasih Tuhan, menikmati relasi dengan Tuhan bahkan di saat-saat yang biasa, menjaga pikiran, emosi, keinginan agar tetap suci, mensyukuri karya-Nya dalam dunia ini, adalah hal-hal yang sebenarnya memuaskan dan membuat hidup kita bermakna.

Kiranya relasi I-Thou dengan Tuhan setiap hari, menyadarkan kita akan sinar kemuliaan-Nya yang tidak dapat ditandingi oleh keindahan semu yang dunia tawarkan.

Yana Valentina

April 2017

2 tanggapan.

1. Jimmy Rade dari Tabanan Bali berkata pada 11 April 2017:

Amin.Terpujilah Tuhan Allah Semesta Alam.

2. Samuel Yusuf dari Makassar berkata pada 5 June 2017:

Keren

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Akhirnya, kita harus sadar, semakin kita mencoba untuk menarik semuanya untuk diri kita, maka kita akan semakin...

Selengkapnya...

SHALOM, PAK TONG TERIMA KASIH SEKALI, SAYA SANGAT DIBERKATI SEKALI DENGAN PENGAJARANPAK TONG INI, KAPAN YA PAK TONG...

Selengkapnya...

Kisah yang membaharui pikiran saya. Perbandingan dua orang ini dan karakternya menyadarkan untuk lebih tunduk pada...

Selengkapnya...

Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲