Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jangan Berzinah – Allah Keselamatanku

Mazmur 51 (Bagian 3)

Menyambung dari renungan PILLAR bulan September yang lalu (Mzm. 51:9-15), kita akan mempelajari lebih lanjut mengenai Mazmur 51 bagian yang terakhir (Mzm. 51:16-21). Problem ketidaksetiaan alias perzinahan tetap menjadi sorotan di dalam Perjanjian Baru. Di dalam zaman itu, hukum Taurat tidak banyak lagi yang berlaku, tetapi hukum moral Sepuluh Hukum masihlah berlaku sebagai penuntun kehidupan manusia. Secara khusus, di Konsili Pertama gereja di antara para rasul (Kis. 15), secara spesifik dikatakan bahwa imoralitas seksual haruslah dijauhkan meskipun banyak sekali hukum Taurat sudah dihapuskan aturan- aturan bakunya dan tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi dan kafir, antara budak dan merdeka, dan sebagainya. Dan terakhir, kita melihat di dalam Kitab Wahyu bagaimana perzinahan itu sebagai dosa yang mencemari gereja-gereja Tuhan di Asia Kecil dan dilambangkan sebagai dosa-dosa yang terjadi pada pemimpin-pemimpin bangsa yang saling mencemarkan diri juga dengan perdagangan dan imoralitas.

Melihat keadaan zaman sekitar kita yang arusnya sangat deras, bahkan negara-negara dengan latar belakang Kristen sudah masuk ke dalam post-Christian era seperti di Amerika dan Eropa, kita pun harus terus waspada, takut dan gentar, dan belajar untuk setiap hari berdoa bagi pergumulan kita dan bangsa kita. Sesudah kita mempelajari bagaimana Allah mengajarkan hikmat kebenaran di dalam batin di bagian pertama dan doa pertobatan yang memohon dan menginginkan Tuhan sendiri di bagian kedua, apakah yang dapat kita pelajari dari respons pertobatan Daud kepada Allah di bagian ketiga?

Daud berespons dengan puji-pujian (ay. 16-17) yang bersumber dari kegirangan atas karya keselamatan Allah dan roh yang rela (ay. 14). Puji-pujian ini bercirikan tiga hal:
1. Puji-pujian yang mengandung nyanyian pengajaran atas karya keselamatan Allah (ay. 16-17)
Hal ini nyata karena Daud sendiri sudah berkomitmen untuk mengajarkan jalan Tuhan kepada orang-orang yang melanggar firman Tuhan (ay. 15).
Apakah puji-pujian kita selama ini mengandung pengajaran kepada orang-orang sekitar kita yang membangun atau berada di dalam kedangkalan, kekurangmengertian, dan ketidaktahuan?

 

2. Puji-pujian yang berasal dari jiwa yang hancur, hati yang patah dan remuk (ay. 18-19)
Hanya dengan hati yang benar-benar hancur di hadapan Tuhan, barulah kegirangan itu disebut kegirangan yang sejati. Hanya dengan hati yang menjadi korban sembelihan di hadapan Tuhan, jiwa yang disembelih di hadapan Tuhan sebagai korban yang hidup, barulah Tuhan berkenan dan tidak memandang hina pertobatan kita.
Apakah puji-pujian dan kegirangan kita selama ini berasal dari hati yang remuk redam atau berasal dari pemuasan emosi sesaat dan hawa nafsu kedagingan kita saja?

3. Puji-pujian yang disertai permohonan dan ketundukan kepada Sovereign Grace dari Tuhan (ay. 20-21)
Hanya dengan menyadari diri tidak mampu dan sadar pentingnya kebergantungan pada Tuhan yang mampu melakukan segalanya, barulah kita mengerti arti dari doa Daud dan bagaimana memperkenan Allah (do good to Zion in your good pleasure (v. 20); outside of Me, you can do nothing (Yoh. 15)). Dan sesudah Allah berkenan, barulah Dia berkenan dengan seluruh persembahan (ay. 21) dan kehidupan eksternal kita yang berasal dari internal batin yang bersih, teguh, rela, hancur, dan dipulihkan dalam kegirangan keselamatan Allah.
Apakah kita sudah belajar memperkenan Tuhan dengan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan tiap-tiap hari dengan memohon dan tunduk kepada anugerah-Nya yang berdaulat sekaligus kedaulatan-Nya yang beranugerah?

Kiranya Tuhan sendiri yang menguatkan dan memperkenan perjalanan kita semua yang sementara ini.

Lukas Yuan Utomo

November 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk SPIK Keluarga 2019 dengan tema “Rahasia Pacaran & Pernikahan Kristen” yang telah diadakan pada tanggal 7 Maret 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

Trimakasih pak Tong arttikelnya, sangat mencerahkan dan membuka wawasan berpikir, Gbu

Selengkapnya...

Apakah tidak ada fitur Text-to-Speech?

Selengkapnya...

cukup mengedukasi. TYM

Selengkapnya...

Sebetulnya bukan karena mereka menyembunyikan identitas mereka maka Ester menjadi ratu dan menyelamatkan bangsa...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲