Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Jangan Menghakimi

Bacaan: Mazmur 50

Ketika kita beradu argumen dengan sesama Kristen, biasanya kalimat yang muncul–dikutip langsung dari perkataan Tuhan Yesus adalah “Jangan menghakimi” (Mat. 7). Tetapi apabila kita melihat Yakobus 4:12 lebih teliti, kita menemukan bahwa ada Hakimnya yaitu Tuhan sendiri. Lalu seperti apakah Hakimnya itu (Mzm. 50)?

Hakimnya berkaitan erat dengan the perfection of beauty dan a devouring fire (ay. 2 dan 3). Hakim tersebut membedakan antara yang setia dan fasik (ay. 5 dan 16). Yang setia itu ditandai dengan perjanjian dan korban (ay. 5). Tetapi korban yang diinginkan oleh Tuhan bukanlah korban yang kelihatan (ay. 8-13) melainkan korban ucapan syukur (ay. 14), menaati janji kepada Tuhan (ay. 14), bergantung senantiasa kepada pertolongan Tuhan (ay. 15) sebagai bentuk memuliakan Tuhan. Yang fasik itu ditandai dengan membenci disiplin, mengasihi pencuri, dan berkawan dengan pezinah (ay. 17-18). Lebih dari itu, orang fasik itu mulutnya penuh dengan kejahatan, tipu daya, dan memfitnah-jelekkan saudaranya sendiri (ay. 19-20).

Lalu apalagi yang lebih parah dilakukan oleh orang fasik? Dia mengira Allah Sang Hakim hanyalah (1) seperti manusia saja (ay. 21) dan (2) melupakan Allah (ay. 22)–Ateis Praktis. Dan Tuhan mengonfirmasi orang yang setia yaitu orang yang hatinya dipenuhi korban syukuran yang memuliakan Dia, dan Tuhan akan menunjukkan jalan keselamatan-Nya. Jadi di tengah-tengah perdebatan yang tidak kunjung habis-habis dengan perkembangan medsos, apa seharusnya yang menjadi sikap kita?
1. Melihat keindahan terang Allah yang menakjubkan dan keagungan api Allah yang mendahsyatkan.
2. Melihat apakah kita ada di dalam kategori setia atau fasik. Sudah seharusnya kita senantiasa berjaga-jaga dengan takut dan gentar sebagai anak Tuhan yang setia di tengah- tengah zaman yang bengkok ini.
3. Melihat pertolongan Tuhan dan menanti-nantikan Tuhan karena Tuhan sendiri yang akan menjawab orang fasik di sekitar kita (ay. 16).

Apakah kita berada di dalam golongan orang setia atau orang fasik? Janganlah menghakimi dan marilah kita masing-masing merefleksikan diri di hadapan Tuhan Sang Hakim yang indah dan agung itu.

Lukas Yuan Utomo

Juli 2018

1 tanggapan.

1. Teresia dari Batam berkata pada 21 July 2018:

Very bless,,,thank

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲