Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Joy of the World atau Joy to the World?

Sudah pasti semua orang mau bahagia dan mencari bahagia. Demi memperoleh apa yang menurut mereka adalah bahagia, mereka rela bekerja keras, susah, sakit, bahkan mengorbankan apa saja. Tidak dapat dipungkiri, banyak hal yang bisa membuat manusia bahagia. Ada yang bahagia ketika makan makanan enak, ketika memiliki barang-barang yang indah, ketika bermain dengan hewan peliharaannya, ketika mendaki gunung tinggi, ketika mengamati macam-macam bentuk dan warna bunga, dan sebagainya.

Allah menciptakan manusia di hari terakhir dalam urutan penciptaan langit dan bumi dan segala isinya. Allah menyiapkan bumi, membentuknya dari keadaan yang belum berbentuk, mengisinya dari keadaan kosong untuk ciptaan terakhir-Nya, yaitu manusia. Allah memberikan hasil terbaik dari bumi untuk manusia yaitu buah, sedangkan ciptaan lainnya hanya diberikan tanaman hijau. Tetapi bagi manusia diberikan buah yang beraneka warna, bentuk, rasa, aroma, kenikmatan yang sangat beraneka ragam. Allah ingin manusia terpelihara dan bahagia.

Allah pun memberikan manusia kebebasan! Bahagia sejati adalah bahagia dalam kebebasan, walaupun ada resiko di dalamnya. Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memberikan nama kepada semua ciptaan Tuhan, untuk makan buah (yang berbiji) apa saja, bahkan untuk taat kepada-Nya atau melawan-Nya. Ketika manusia suatu saat melawan-Nya dan akibat-Nya adalah hukuman kekal, Allah tetap ingin manusia terpelihara dan bahagia. Ia memberikan obat penangkalnya, Ia menyediakan jalan keselamatan yaitu diri-Nya sendiri sebagai pengganti penerima murka Allah. Oh, betapa Allah sangat mencintai manusia.

Itulah yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh” (Yoh. 15:11). Sukacita adalah mengetahui bahwa Allah Bapa telah mengasihi Allah Anak, Allah Anak telah mengasihi manusia dan mengajak kita untuk tinggal di dalam kasih-Nya. Seperti Allah Anak menuruti perintah Allah Bapa dan tinggal di dalam kasih-Nya, maka kita diberitahu untuk menuruti perintah Allah Anak dan tinggal di dalam kasih-Nya. Perintah- Nya adalah supaya kita saling mengasihi seperti Allah Anak telah mengasihi kita. Bukti Allah Anak mengasihi manusia ciptaan-Nya adalah Allah tidak memanggil manusia sebagai hamba, melainkan sahabat. Ciptaan menjadi sahabat sang Pencipta! Ciptaan bisa berelasi secara intim dengan Pencipta, ciptaan bisa berkenan kepada Pencipta, ciptaan diampuni oleh Pencipta, ciptaan dibawa untuk hidup bersama dengan Pencipta.

Sukacita penuh adalah: ketika kita tinggal di dalam kasih Allah, berelasi dengan Allah, taat kepada perintah-Nya; dan ketika melihat sesama kita tinggal di dalam kasih Allah, berelasi dengan Allah, taat kepada perintah-Nya. Allah ingin kita semua terpelihara dan bahagia.

Yana Valentina

September 2014

1 tanggapan.

1. Thung Tjoan Sin dari Jakarta berkata pada 28 September 2015:

Mohon penjelasan : Suka cita Daud ,ketika membawa pulang tabut perjanjian sambil menari nari dan memberikan korban bakaran . 2 Samuel 6 -14. Suka cita seperti apa itu, kerena menurut salah satu pengkotbah / pendeta bahwa jika ada suka cita berarti ada tarian yg dipraktekan .? Yg membuktikan ada suka cita/ semacam barometer. Terima kasih

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲