Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kamu Sekolah Di Mana?

“Kamu kuliah di mana dan ambil jurusan apa dahulu?”
Oh, hebat banget kamu bisa masuk uni itu, trus jurusan yang kamu ambil itu, wih…. denger namanya aja, saya udah gak ngerti belajar tentang apa.”
“Sedikit lho yang beruntung seperti kamu, bisa kerja di bidang yang sama dengan jurusan yang kamu ambil dan dapat posisi penting di perusahaan.”

Banyak orang berpikir bahwa salah satu jalan menuju kesuksesan adalah pendidikan. Pemerintah Indonesia telah menganggarkan Rp 444 triliun, yaitu 20% dari belanja APBN untuk pendidikan. Bahkan rencananya akan ditingkatkan sebesar 9,86% menjadi Rp 487,9 triliun pada tahun 2019. Pendidikan yang baik dan tinggi sama dengan hidup yang lebih baik dan bahagia. Oleh karena itu, banyak orang bersaing dan berjuang untuk memiliki berbagai macam kemampuan dan keahlian demi tidak menjadi seorang “loser” di zamannya. Mencari sekolah yang terbaik adalah gerbang pertama untuk mencapai pendidikan terbaik. Apa yang menjadikan sebuah sekolah, sekolah yang baik? Sebuah sekolah dikatakan baik apabila sekolah itu mampu menghasilkan anak didik yang sesuai dengan visi sekolah itu didirikan.

Sejenak kita melihat seorang nabi yang sukses di Alkitab. Dia tidak pergi ke sekolah nabi, dia dipilih oleh “nabi terhebat”, dan pelajarannya adalah melayani sang guru. Semua nabi pada zaman itu tahu bahwa Allah akan mengangkat “nabi terhebat” itu ke sorga, lalu siapakah yang akan dipilih untuk menggantikannya? Di akhir hidupnya, sang guru menyampaikan kalimat perpisahannya dengan satu-satunya murid, yang dipanggil ketika sedang bekerja di ladang, dan menawarkan hadiah bagi si murid. Dengan yakin dan berani, Elisa mengatakan, “Biarlah kiranya aku mendapat dua bagian dari rohmu” (2Raj. 2:9). Elisa telah melihat bagaimana Allah dengan luar biasa memakai Elia bagi bangsa Israel yang saat itu bobrok iman. Elisa ingin menjadi seperti gurunya, bahkan lebih. Pendidikan dikatakan berhasil apabila “passion” guru telah menjadi “passion” murid, apalagi jika murid menginginkan “passion yang melebihi sang guru”. Allah tidak menegur Elisa, sebaliknya, di antara semua nabi yang ada pada zaman itu, Elisalah yang dipilih Allah untuk menggantikan Elia. Allah memberikan kuasa dua kali lipat lebih besar kepada Elisa dibanding Elia. Elisa dahulu dipilih Elia, sekarang Elisa dipilih Allah.

Seperti Elia dan Elisa, dipilih Allah untuk mengerjakan pekerjaan Allah demi kemuliaan-Nya. Apakah kita, yang sudah dipilih Allah, mencari sekolah agar bisa melakukan pekerjaan yang kita sukai demi kemuliaan dan kenikmatan kita sendiri atau kita mencari sekolah agar bisa melakukan perkerjaan yang Allah mau kita kerjakan demi kemuliaan-Nya? Marilah kita pertimbangkan baik-baik sebelum mengambil komitmen jangka panjang ini.

Yana Valentina

November 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

Apakah orang Kristen harus merayakan hari raya Purim juga?

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲