Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Keajaiban Natal Versi Orisinal

Mungkin film Arthur Christmas adalah film yang cukup baik untuk merepresentasikan pengertian “keajaiban Natal” zaman sekarang. Yang dimengerti pada zaman ini kira-kira sebagai berikut: Semua anak kecil pasti mempunyai suatu keinginan, dan karena tidak didukung dengan kemampuan finansial, sering kali mereka mengalami kesulitan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Karena itulah hari-hari menjelang Natal adalah saatnya untuk menaikkan permintaan kepada Sinterklas. Mereka menulis surat kepada Sinterklas yang tinggal di Kutub Utara, dan kemudian menunggu tanggal mainnya. Sihir Natal itu terjadi pada malam Natal. Anak-anak harus tidur karena Sinterklas tidak suka terpergok sedang menaruh kado di bawah pohon Natal dalam rumah mereka. Sewaktu bangun pada pagi hari Natal, mereka akan mendapati barang yang mereka inginkan sudah terbungkus rapi di bawah pohon Natal.

Dengan pandangan tentang Keajaiban Natal seperti digambarkan di atas, tidaklah heran jika biasanya orang akan kehilangan kepercayaan atas keajaiban Natal ketika mereka beranjak dewasa. Kenapa?

Pertama, keajaiban semacam itu akan hilang begitu orang mulai mengenal “kuasa” uang. Mereka mulai sadar bahwa yang dapat mengabulkan permintaan bukan Sinterklas, tetapi uang, daya belanja. Dengan begitu, yang ajaib bukan momen Natalnya, tetapi uang.

Kedua, seiring dengan orang beranjak dewasa, permintaannya juga akan bertambah dewasa. Permintaan mereka mungkin bukan lagi sesuatu yang material, seperti video games, atau sepeda, atau mainan lainnya, melainkan hal-hal seperti cinta, perhatian, hubungan yang didamaikan dengan orang lain, sakit hati yang disembuhkan, dan lain-lain. Bagaimana cara Sinterklas membungkus hal- hal seperti itu di dalam kado?

Karena itu, apa yang digambarkan dalam Arthur Christmas bukanlah keajaiban Natal yang dikisahkan dalam Alkitab, meskipun ada sedikit kemiripan. Dalam Alkitab dikisahkan bahwa pada suatu malam yang sunyi (silent night), ketika manusia sedang terlelap, sebuah keajaiban terjadi. Sama seperti banyak anak kecil yang membawa keinginan mereka dalam tidur, orang Yahudi pada zaman Yesus terlelap dengan membawa harapan akan datangnya Mesias yang dijanjikan. Dan Mesias itulah yang diberikan oleh Tuhan kepada mereka malam itu. Namun, Hadiah Natal yang orisinal itu tidak terbungkus dengan bungkusan yang cantik dan menarik, tetapi dengan lampin di dalam palungan. Mesias diberikan sebagai hadiah yang tak pernah terpikirkan bagi umat manusia, yaitu mereka yang percaya kepada-Nya akan diampuni dan terhindar dari hukuman kekal, dan mereka akan diselamatkan dan beroleh hidup kekal. Orang yang tadinya musuh Tuhan, kini diangkat menjadi anak-anak Tuhan. Itulah keajaiban Natal yang sesungguhnya.

Erwan

Desember 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲