Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kebesaran dan Kemuliaan Tuhan

Di awal tahun 2020 ini, saya mengajak kita belajar merenungkan dari pemazmur yg memuji Tuhan serta merenungkan kebesaran dan kemuliaan Tuhan dalam segala ciptaan-Nya.

Di dalam Mazmur 104, tertulis
20 Apabila Engkau mendatangkan gelap, maka haripun malamlah; ketika itulah bergerak segala binatang hutan.
22 Apabila matahari terbit, berkumpullah semuanya dan berbaring di tempat perteduhannya;
23 manusiapun keluarlah ke pekerjaannya, dan ke usahanya sampai petang.
24 Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan,  bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
28 Apabila Engkau memberikannya, mereka memungutnya; apabila Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang oleh kebaikan.
29 Apabila Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut; apabila Engkau mengambil roh mereka, mereka mati binasa dan kembali menjadi debu.
30 Apabila Engkau mengirim roh-Mu, mereka tercipta, dan Engkau membaharui muka bumi.
31 Biarlah kemuliaan TUHAN tetap untuk selama-lamanya, biarlah TUHAN bersukacita karena perbuatan-perbuatan-Nya!
33 Aku hendak menyanyi bagi TUHAN selama aku hidup, aku hendak bermazmur bagi Allahku selagi aku ada.
34 Biarlah renunganku manis kedengaran kepada-Nya! Aku hendak bersukacita karena TUHAN.
35 Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Di dalam tujuh “apabila” ini, kita melihat bagaimana Tuhan memberikan keteraturan pada alam semesta seperti pagi dan petang, dan juga manusia dan binatang bergantian mencari makan dari Tuhan menurut waktunya. Bagaimana mereka mendapatkan makanan dari Tuhan dan keseluruhannya diciptakan oleh kebijaksanaan Tuhan yang membawa sukacita kepada Tuhan dan manusia atas semua perbuatan-Nya.

Saya ulangi sekali lagi, bukankah itu ajaib, indah, dan menakjubkan: fakta bahwa kita diciptakan oleh kebijaksanaan Tuhan? Itu artinya pasti ada rencana yang indah dan topangan pemeliharaan-Nya. Dan saya ulangi sekali lagi, bukankah itu seharusnya membawa kita kepada ucapan syukur dan rasa aman: fakta bahwa kita sebagai perbuatan tangan-Nya membawa sukacita untuk Tuhan? Jika kita menyukakan Tuhan, bukankah itu tempat paling aman? Dan lebih jauh lagi, Tuhan bukan hanya disukakan oleh perbuatan tangan-Nya yang pasif, kedua fakta perenungan ini menjadi manis kedengaran untuk Tuhan, karena perbuatan tangan-Nya itu aktif memuji dan merenung tentang Dia. Pada akhirnya, kesadaran akan semua hal ini juga membuat kita, perbuatan tangan-Nya, bersuka karena Tuhan.

Namun, di antara semua yang indah ini, terjadi disrupsi alam semesta karena global warming dan ulah manusia yang menyebabkan kebakaran dan banjir. Pada dini hari tanggal 1 Januari 2020, Jakarta diguyur hujan tanpa henti dan mengakibatkan banjir melanda Jakarta yang cukup parah di banyak titik. Banjir tersebut telah menyebabkan banyak orang mengalami kerugian yang tidak sedikit dan bahkan sampai renungan ini ditulis, ada 67 nyawa manusia yang menghilang.

Pada pergantian tahun 2019-2020, Australia juga mengalami bencana alam yang cukup hebat, yaitu kebakaran hutan terburuk di dalam catatan sejarah mereka. 6,3 juta hektar atau sekitar separuh pulau Jawa terbakar dengan sekitar 500 juta binatang mati dan 25 korban jiwa yang meninggal. Bayangkan dari Anyer sampai Semarang, dari Pandeglang sampai Solo, atau dari ujung Kulon sampai Yogyakarta terbakar.

Menarik di akhir dari Mazmur 104, yaitu ayat 35, pemazmur berdoa agar orang fasik dan orang berdosa tidak ada lagi. Menghadapi bencana alam yg ada, mari kita berdoa agar keadilan ditegakkan, moral dijunjung tinggi, dan kemuliaan Tuhan dinyatakan, sambil mengusahakan shalom di bumi yang sementara ini dan menantikan kedatangan Tuhan Yesus kedua kali, yang akan menghadirkan langit dan bumi yang baru bersama-Nya.

Lukas Yuan Utomo

Januari 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk kondisi masyarakat pada masa pandemi COVID-19 ini, di dalam masa sulit ini kiranya Tuhan berbelaskasihan dan memberikan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan baik dalam masalah ekonomi, kesehatan, sosial, dan lainnya. Kiranya gereja diberikan kepekaan untuk dapat melayani jiwa-jiwa yang membutuhkan penghiburan dan pertolongan dalam masa sulit ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲