Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kelemahlembutan III

Kasih Mengubahkan yang Sempurna

Menyambung artikel sebelumnya, mengenai Kasih Mengubahkan dari Beauty and the Beast yang perlu terus diproses, kita akan melihat Kasih Mengubahkan yang sempurna di dalam artikel ini. 

Sesungguhnya adakah kisah yang too good to be true atau too wonderful to be true itu? Kisah yang sebenarnya memang kabar baik dan menakjubkan karena merupakan kisah nyata (bukan hoax atau bohong-bohongan). Ada! Kisah itu dikatakan oleh Rasul Paulus sebagai misteri dari Injil yang dinyatakan ke dalam dunia 2.000 tahun yang lalu.

Tuhan Yesus yang mulia tanpa cacat cela rela menjadi monster (beast) agar kita yang sebenarnya monster (beast) itu menjadi beautiful. Bahkan rupa-Nya pun kita tidak mau lihat (Yes. 53:2). Sungguh, ini merupakan kisah yang too good to be true. Bahkan lebih lagi, Tuhan Yesus yang tidak egois, tidak jahat, dan penuh belas kasihan dijadikan monster. Tidak seharusnya Tuhan Yesus dijadikan monster. Tetapi Dia rela melakukannya agar kita yang adalah monster, penuh dengan dosa boleh menjadi cantik kembali memancarkan keindahan dan kebaikan Tuhan. Menjadi manusia yang penuh kasih, baik, dan berbelaskasihan.

Tuhan Yesus terlihat seperti garang ketika Dia menjadi monster memikul dosa kita. Dia ketika didekati dan hendak dihibur oleh para perempuan malah mengatakan, “tangisilah dosamu sendiri”. Tuhan Yesus terlihat seperti garang dan seperti monster. Rupanya pun kita tidak mau lihat, muka dan badannya hancur penuh dengan darah. Menjijikkan tetapi Dia mau mati buat kita. Tuhan Yesus mau menjadi beast buat kita, supaya beauty kita dipulihkan. Dan sesudah hari ketiga, Tuhan Yesus juga dipulihkan dari kematian yang mengerikan. Tidak lagi dipenuhi dosa seperti monster.

Hal ini too good to be true. Tetapi apabila kita mau menjadi seperti Tuhan Yesus, hal itu mustahil tanpa Roh Kudus. Kita tidak mungkin mampu berkorban bagi orang lain, merendahkan diri, mirip monster, hanya supaya orang lain dipulihkan. Kasih kita terbatas. Kita perlu Tuhan Yesus. Keegoisan kita perlu terus dikikis untuk belajar berkorban. Pengorbanan itu sulit tanpa disertai air mata, penyangkalan diri, dan kebergantungan terus- menerus memohon penghiburan yang mendalam dari Tuhan untuk memampukan kita melewatinya. Saya percaya penulis Beauty and the Beast mendapatkan inspirasi yang hebat mengenai “kasih dan pengorbanan”.

Paulus yang seorang garang, menjadi penuh belas kasihan hanya karena Tuhan Yesus rela menjadi monster menebus dosanya. Rasul Paulus menjadi rela bahkan rela dan sudah mengalami sakit seperti perempuan sakit melahirkan karena Roh Kudus bekerja. Seorang wanita yang dipenuhi Roh Kudus, dapat dipakai oleh Tuhan untuk mengubah hati seseorang yang keras menjadi lembut. Seorang yang sudah diubahkan dari gadis muda belia menjadi wanita dewasa yang berkarakter mirip Tuhan.

Let the beauty of Jesus be seen in me.
All his wonderful passion and purity.
O Thou Spirit Divine, all my nature refine.
Let the beauty of Jesus be seen in me.

Biarlah keindahan Tuhan terpancar di dalam hidup kita, karena kita diciptakan indah di mata Tuhan menurut gambar dan rupa-Nya. Biarlah para perempuan boleh bertumbuh di dalam semua keajaiban passion and purity (ingat Elisabeth Eliot yang menasihati perempuan muda agar menjadi passion and purity) dari Tuhan Yesus.[1]

Endnote:
[1] Inilah ciri khas yang dicari dari keindahan atau beauty oleh perempuan: Passion and Purity. Judul buku yang ditulis oleh Elizabeth Elliot sebagai perempuan tua bijaksana yang menasihati perempuan muda.

Lukas Yuan Utomo

September 2020

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk acara Global Convention on Christian Faith and World Evangelization dan Seminar Reformasi 2020 yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober 2020.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲