Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kemerdekaan Indonesia dan Dua Perempuan

Sudah 72 tahun bangsa kita merayakan kemerdekaan, bebas dari belenggu penjajahan bangsa lain. Ini adalah momen yang harus diperingati setiap tahun. Kemerdekaan negara Indonesia berbeda dengan kemerdekaan negara Singapura. Kemerdekaan kita diperjuangkan, sedangkan kemerdekaan Singapura diberikan. Ingatlah perjuangan para pahlawan kita yang bukan tanpa darah. Pikirkanlah betapa mahal dan berartinya hidup yang mereka korbankan sehingga kita boleh menikmati sebuah negara yang merdeka. Apakah kita, dengan tanpa rasa malu kepada mereka, kini hidup hanya memperjuangkan kepentingan aku dan keluargaku, ataukah kita melanjutkan estafet perjuangan untuk kepentingan sesama warga negara RI dan Negara Kesatuan RI?

Rasul Paulus di dalam suratnya kepada jemaat di Galatia, menjelaskan arti kiasan tentang dua perempuan di dalam Perjanjian Lama. Perempuan pertama adalah Hagar, yang hidup dalam perhambaan, dengan anak-anaknya yang diperanakan menurut daging. Sedangkan perempuan kedua adalah Sara, yang hidup dalam kemerdekaan, dengan anak-anaknya yang diperanakan menurut Roh. Paulus mengatakan bahwa kita adalah anak-anak dari perempuan merdeka, kita adalah anak-anak janji. Di dalam Perjanjian Baru, Kristus telah memerdekakan kita supaya kita sungguh-sungguh merdeka. Apakah yang dimaksud dengan sungguh-sungguh merdeka? Apakah dengan bebas dari kontrol siapa pun, 100% berhak menggunakan kebebasan sebagai seorang individu tanpa batasan? Yang dimaksud oleh Rasul Paulus adalah kita dibebaskan dari menuruti keinginan daging dan merdeka untuk menuruti keinginan Roh. Dahulu kita menuruti keinginan daging yaitu: tidak setia, egois, iri hati, serakah, marah, benci, dan perkelahian. Sekarang, kita dinasihati untuk menuruti keinginan Roh dan menghasilkan buah Roh yaitu: setia, murah hati, bahagia, sabar, lembut, dan damai. Kristus memanggil kita untuk merdeka, dan Ia juga memanggil kita untuk untuk melayani orang lain dengan kasih.

Marilah kita belajar menjadi ciptaan baru yang menuruti keinginan Roh, karena kita adalah anak-anak janji, dan jangan lagi hidup dalam perhambaan yang menuruti keinginan daging.

Yana Valentina

Agustus 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Wow, very blassed. I'm trust we are blassed to be Blessings:). To God be the glory

Selengkapnya...

Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah...

Selengkapnya...

Hidup sejati adalah kehidupan yg sebenarnya terjadi setelah kematian di Dunia ini. Sebab kehidupan di Dunia ini...

Selengkapnya...

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar...

Selengkapnya...

Tulisan yang baik dan mengingatkan kita sebagai manusia yang selalu mengejar hikmmat dunia dan ternyata semuanya...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲