Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kenaikan Tuhan Yesus

Di dalam Lukas 24:36-53, tercatat beberapa respons dari para murid seputar peristiwa kenaikan Tuhan Yesus. Apakah yang bisa kita pelajari sekaligus kita koreksi dari kehidupan kita mengikuti Tuhan? Yang terutama dan paling penting adalah kita memiliki Pengharapan akan Kerajaan Allah dan melakukan pekerjaan pekabaran Injil untuk memperluas Kerajaan Allah.

Tetapi selain poin utama tersebut, ada beberapa respons yang menunjang maupun menjadi bahan refleksi atau koreksi bagi kita semua. Para murid di dalam Lukas 24 mengalami keraguan (ay. 38) ketika menghadapi kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus. Mereka masih dipenuhi tanda tanya, pergumulan yang kompleks, perenungan, ketakjuban, kebingungan, kekaguman, mimpi atau bukan ya ini, dan semuanya berlangsung begitu cepat dan ajaib dalam waktu 40 hari.

Bagi kita yang hidup di zaman modern ini, apakah masih ada keraguan terhadap janji kedatangan Tuhan Yesus seperti kenaikan-Nya dalam daging dan darah sesudah 2.000 tahun berlalu? Apakah keraguan kita makin bertambah atau justru ketakjuban kita makin bertambah setelah melihat manusia dapat menembus luar angkasa? Yang dilihat di sana adalah kekosongan hampa udara belaka atau ada keajaiban desain Tuhan yang menopang bumi dan alam semesta?

Dengan perkembangan robotika dan 3D printer untuk mereplikasi alat-alat dengan begitu mudah dalam beberapa dekade ke depan, akan sangat mungkin manusia dapat membangun koloni di bulan dan bahkan Mars, di mana NASA berencana mengirimkan manusia ke bulan tahun 2024 untuk mengeksplorasi bulan sekaligus sebagai basis untuk perjalanan antarplanet.

Apa yang seharusnya menjadi sikap kita? Meragukan kebesaran Allah dan janji kedatangan-Nya kedua kali dari langit seperti kenaikan-Nya 2.000 tahun yang lalu? Karena langit toh dapat dijelajahi manusia dan ternyata banyak kosong dan ketidakteraturannya. Atau malah takjub dan melihat kebesaran Tuhan yang lebih luas lagi mengizinkan sejarah dan peradaban manusia masuk ke babak baru yang tidak pernah terselami sebelumnya?

Sudah seharusnya kita sebagai mahkota ciptaan ini takut dan gentar, berkarya dengan pengharapan kepada-Nya sambil setia bekerja di ladang Tuhan yang adalah bumi dan alam semesta ini. Dan hidup penuh pengharapan itu dijalani dengan sikap hati yang senantiasa:
1. Menantikan berkat dari-Nya (ay. 50).
2. Menyembah kepada-Nya akan kebesaran-Nya (ay. 52).
3. Bersukacita di dalam rumah Tuhan dan alam semesta ini dan memuliakan-Nya (ay. 53).
4. Bersaksi sampai ke ujung bumi kepada segala makhluk yang bernafas dalam alam semesta.
5. Menantikan Kerajaan Israel tetapi tidak berfokus ke sana, melainkan fokus kepada menerima kuasa untuk mengabarkan Injil. (Kis. 1:7).
6. Peka terhadap pimpinan Tuhan dan menunggu waktu-Nya tiap saat dalam pergumulan (theology of time) (ay. 49).

Dan bersyukur sekali lagi boleh merayakan hari Kenaikan Tuhan Yesus pada tahun ini dengan baik. Amin.

Lukas Yuan Utomo

Juni 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲