Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kenapa Bertengkar?

Welcome to this jungle! Kekacauan, pertengkaran, iri hati, egois, dan segala macam perbuatan jahat tersedia di dalam hutan ini. Siapa yang mau tinggal di dalam hutan ini? Jelas tidak ada, tetapi kita tinggal di dalamnya bahkan menjadi pemeran utamanya kadang-kadang (kalau tidak mau dikatakan sering). Kita ikut menciptakan hutan ini, dengan hikmat yang dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan (Yak. 3:15).

Sayangnya kita tidak diciptakan seperti robot yang mudah disetel dengan mengganti chip di dalamnya. Ketika kita mengatakan, “Mulai sekarang aku menjadi orang Kristen”, seluruh diri kita tidak langsung berubah menjadi seperti malaikat. Kita masih manusia yang sama, dengan kebiasaan dan keburukan yang sama. Kita tetap manusia dengan natur berdosa namun dengan arah yang baru.

Yakobus menulis surat kepada orang Kristen yang bertengkar:
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu…? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh (kata hiperbola dari membenci); kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. (Yak. 4:1-2)
Sebab di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri di situ ada kekacauan dan segala macam perbuatan jahat. (Yak. 3:16)

Nasihat Yakobus adalah:
Tunduklah kepada Allah … lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu … mendekatlah kepada Allah … tahirkanlah tanganmu … sucikanlah hatimu … rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan … (Yak. 4.7-10)

Berhentilah berjuang untuk memperoleh kemuliaan diri (my glory) dan mulailah berjuang untuk memuliakan Tuhan (God’s glory). Berhentilah hidup dengan hikmat dari nafsu manusia dan mulailah hidup dengan hikmat yang dari atas, yang murni, sehingga kita menjadi pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan perbuatan baik, tidak memihak dan tidak munafik (Yak. 3:17). Kiranya Tuhan menolong kita!

Yana Valentina

Oktober 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Bangka dan Belitung pada tanggal 25-28 Juni 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Memperdebatkan Yesus adalah Tuhan dan Yesus adalah Manusia ataupun Tritunggal Allah dengan orang yang belum menerima...

Selengkapnya...

Syalom, terdapat kesalahan penulisan ayat pd bagian penutup artikel yg berjudul "Jealous Love" di atas....

Selengkapnya...

Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲