Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kesaksian dan Status Pengikut Kristus

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. ... Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan. Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.  Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku." (Yoh. 15:18-19,25 - 16:1)

Ayat 27 mengatakan bahwa kita harus bersaksi karena kita dari semula bersama-sama dengan Kristus. Jadi, apabila dari semula kita tidak bersama-sama dengan Kristus, barulah kita tidak perlu bersaksi. Kristus mengasihi kita dengan mengirimkan Roh Penghibur dan tugas kesaksian kita adalah bersaksi bersama-sama dengan Dia (ay. 26). Itulah kasih Tuhan. 

Ketika kita bersaksi bersama-sama dengan Kristus, dunia akan membenci kita. Tetapi Dia memberikan Penghibur kepada kita ketika dunia membenci kita tanpa alasan (ay. 18). Itulah kasih Tuhan. Dan sebenarnya, kita dibenci dengan alasan yaitu kita milik Kristus dan bukan milik dunia (ay. 19). Sedangkan Kristuslah yang dibenci tanpa alasan (ay. 25) hanya karena Kristus Terang Dunia menyinari kegelapan (Yoh. 1:1-14).

Mari kita renungkan sekali lagi, apakah kita akan terus bersaksi atau kita menjadi kecewa dan menolak Kristus? Apakah kita bersama-sama Kristus dari awal atau kita menjadi kecewa dan menyangkal Yesus? Apakah kita dipenuhi Roh Kudus atau kita ditaklukkan keduniawian? Apakah kita bersaksi bagi Kristus atau merasa tidak perlu bersaksi bagi Kristus? Apakah kita milik Kristus atau kita milik dunia?

Lukas Yuan Utomo

Agustus 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di Bangka dan Belitung pada tanggal 25-28 Juni 2019.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Syalom, terdapat kesalahan penulisan ayat pd bagian penutup artikel yg berjudul "Jealous Love" di atas....

Selengkapnya...

Mungkin Mordekhai boleh disebut sebagai orang yang tunduk kepada hukum kerajaan, tetapi dia bukanlah orang yang...

Selengkapnya...

Hallo pak Stephen Tong, saya mau bertanya apakah kita percaya terlebih dahulu baru menerima roh kudus? Atau roh kudus...

Selengkapnya...

Salam. Terima kasih sebelumnya, saya sangat terberkati dengan pesan yang disampaikan. Namun alangkah baiknya definisi...

Selengkapnya...

Sangat memberkati. Mohon berbagi renungan harian nya. Terima kasih banyak Tuhan Yesus memberkati

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲