Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Khusyuk di Tikungan Jalan

Setelah sekian lama tidak hadir di Persekutuan Doa pagi di gereja saya dengan berbagai alasan dan halangan, akhirnya suatu kali saya menyempatkan diri bergabung lagi. Di dalam hati saya berkata bahwa kini saatnya untuk memperlihatkan diri lagi. Mungkin orang telah salah mengerti atas absen selama ini. Kehadiran kali ini membuktikan bahwa saya bukan jemaat yang malas berdoa. Dan… saya kaget betapa miripnya hati saya pada saat itu dengan orang munafik yang dikritik oleh Tuhan Yesus.

Dalam Matius 6:5, Yesus berbicara tentang sekelompok orang munafik yang suka mempertontonkan praktik doa mereka di rumah ibadat dan tikungan jalan. Rumah ibadat adalah tempat yang ramai dikunjungi jemaat, dan tikungan jalan menyediakan sudut yang paling sempurna untuk dilihat pejalan kaki dari dua arah. Dengan giat berdoa di kedua tempat itu, mereka memperlihatkan bahwa kehidupan doa mereka dilakukan tidak hanya di tempat sakral, tetapi juga tempat sekuler. (Seharusnya ini menegur banyak orang Kristen sekarang yang malas datang ke Persekutuan Doa; juga orang Kristen yang malu berdoa makan ketika semeja dengan rekan-rekan yang non-Kristen.) Namun masalahnya, dengan praktik doa seperti itu, mereka tidak bermotivasi untuk menjadi kesaksian yang baik bagi Tuhan, tetapi mereka ingin perbuatan mereka menjadi kesaksian bagi nama besar mereka sendiri.

Pada ayat berikutnya, Yesus menasihatkan orang banyak untuk berdoa di tempat tersembunyi, sebagai kontras dari praktik doa orang-orang munafik tadi. Di sinilah kita menguji motivasi kita berdoa. Ketika tidak ada yang melihat, apakah kita akan berdoa sekhusyuk di tengah keramaian? Jika motivasi orang munafik itu berdoa adalah untuk dilihat orang, sangat besar kemungkinan mereka tidak pernah berdoa ketika sedang sendirian.

Saya tidak sedang mengajak jemaat untuk menghindari Persekutuan Doa dan hanya berdoa di kamar masing-masing, dan saya yakin Yesus juga tidak bermaksud begitu dengan kalimat- Nya di ayat 6. Persekutuan Doa sudah ada sejak zaman Tuhan Yesus dan diteruskan oleh para rasul. Pada saat kita datang ke sebuah Persekutuan Doa, hendaklah kita ingat semangatnya. Yesus pernah mengajak para murid-Nya yang terdekat untuk berdoa bersama Dia di Taman Getsemani, pada puncak pergumulan-Nya. Jemaat mula-mula melakukan Persekutuan Doa sampai-sampai Roh Kudus memenuhi mereka dan lantai tempat mereka berdoa menjadi bergetar. Menyatukan suara di dalam doa adalah pengalaman yang luar biasa.

Sudahkah Anda datang ke Persekutuan Doa yang diadakan oleh gereja Anda? Untuk apa Anda datang ke Persekutuan Doa tersebut? Kiranya doa kita tidak menjadi kenajisan di hadapan Tuhan karena mau mencari hormat bagi diri sendiri, tetapi diperkenan dan didengar oleh Tuhan kita karena mau mencari kehendak-Nya.

Erwan

November 2012

1 tanggapan.

1. Nirwan dari Tangerang berkata pada 29 November 2012:

Bagus sekali! Saya sangat diberkati dengan apa yang telah disampaikan lewat artikel di atas. Gbu.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk situasi keamanan dan politik di Indonesia, kiranya Tuhan berbelaskasihan kepada bangsa kita ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Shallom... Terima kasih untuk renungan yang sangat memberkati. Kata-katanya tersusun dengan sangat bagus, saya sangat...

Selengkapnya...

Yth bpk Admin, 1. Kenapa umat Kristen harus memegang 2 kitab yaitu Taurat dan Injil. 2. Dalam memegang kedua...

Selengkapnya...

Saya sangat tertarik dengan ajaran reformed injili.. Setiap kali ada kegiatan di solo saya pasti harus bisa datang.....

Selengkapnya...

Terkadang kepahitan merupakan obat yg paling manjur untuk bertahan dalam menjalankan kehidupan sehari hari asalkan...

Selengkapnya...

Mohon setiap tulisan diikutsertakan Firman Tuhan. Artinya setiap tulisan dasarnya dari Firman Tuhan di usahakan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲