Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Kita Perlu Sesuatu yang Melebihi Bom Nuklir

Dalam peperangan, mengenal musuh menjadi sesuatu yang sangat penting ketika kita harus memilih senjata yang akan dibawa ke medan perang. Apakah kita mengenal musuh kita atau tidak, dapat dinilai dari kesesuaian senjata yang kita bawa untuk menghadapi mereka. Dalam masa perang dingin, misalnya, Amerika Serikat dan Uni Soviet berlomba-lomba untuk membuat bom nuklir karena mereka percaya bahwa musuh mereka hanya dapat dikalahkan dengan memperbanyak senjata itu. Di zaman kuno, prajurit memakai seragam lengkap perang jika mereka maju ke medan perang, karena di situlah mereka akan menghadapi peperangan hidup dan mati. Akan aneh membayangkan Guan Yu memakai baju zirah lengkap dengan ketopong hanya untuk menghadapi seorang anak remaja yang minim pengalaman bertarung. Senjata yang dibawa musuh memperlihatkan sampai di mana lawan dikenal dan ditakuti. Karena itu, Goliat tersinggung ketika Daud maju dengan perlengkapan gembala. “Anjingkah aku, maka engkau mendatangi aku dengan tongkat?” keluhnya (1Sam. 17:43).

Sebenarnya, Daud sama sekali tidak membawa senjata yang remeh untuk menghadapi Goliat, karena yang dibawa Daud adalah senjata yang tak kasat mata, yaitu kuasa dan penyertaan Allah. Daud tidak meremehkan Goliat, tetapi dengan mengandalkan penyertaan Tuhan, Goliat memang remeh. Tanpa Tuhan di belakang Daud, Goliat akan menjadi musuh yang mengerikan bagi Daud. Daud bukan maju dengan bodoh tanpa mengenal musuhnya, tetapi Daud maju justru karena dia mengetahui bahwa Tuhan yang dia sembah jauh lebih kuat daripada Goliat.

Orang Kristen zaman ini sering melanglang buana tanpa menyadari bahwa musuh yang jauh lebih kuat dari Goliat sedang berkeliaran di sekitar mereka. Kita lemah dan rentan terhadap serangan. Sering kali kita jatuh dan gagal dalam hidup karena tidak menyadari fakta ini. Dari senjata yang diperintahkan Tuhan supaya kita bawa, sadarlah kita betapa kuatnya musuh kita itu.

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang kudus. (Ef. 6:11-18)

Hanya dengan mengandalkan senjata-senjata inilah kita dapat menuju pada kemenangan melawan musuh yang paling tangguh dan jahat di dunia. Tidak ada yang sanggup mengalahkan mereka kecuali Tuhan. Apakah Anda sering jatuh dalam kehidupan kerohanian Anda? Mungkin Anda tidak mengenal siapa musuh Anda dan Anda tidak membawa senjata yang pantas. Tuhan menjanjikan kemenangan melalui senjata yang Dia berikan.

Erwan

Juli 2012

1 tanggapan.

1. Andreas Soepono dari Muncar, Banyuwangi berkata pada 4 July 2012:

Benar sekali, Renungan firman Tuhan. Sesuatu yang lebih besar dari Bom nuklir itu adalah selengkap senjata Allah ( Eps.6 ) Tanpa selengkap senjata Allah, kita akan kalah, sebab musuh kita bukan darah dan daging (manusia) tetapi adalah roh jahat /iblis.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

Terima kasih telah diingatkan bagaimana kasih Tuhan kepada kita, melalui reformasi yang dimotori Martin Luter dengan...

Selengkapnya...

Mohon maaf : Luther memanggil Copernicus sebagai “keledai/ orang bodoh yang mencari perhatian”, lengkapnya...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲