Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Komitmen di Tahun 2017

Biasanya guru yang mudah mengampuni atau tidak pernah menghukum, akan disukai dan murid merasa dekat dengannya. Namun guru yang kurang toleransi dan mudah menghukum, akan ditakuti sehingga murid cenderung menghindarinya. Itu adalah sesuatu yang wajar terjadi di dalam bidang sosial apa pun, baik di keluarga, pertemanan, sekolah maupun pekerjaan. Ada hukuman, maka ada ketakutan, dan ada pelarian.

Tetapi anehnya, Daud, seorang yang hatinya dekat dengan Allah, mengatakan bahwa Allah itu baik dan suka mengampuni dan berlimpah kasih setia bagi semua orang yang berseru kepada-Nya (Mzm. 86:5) dan sekaligus mengatakan bahwa Tuhan mengampuni supaya Dia ditakuti orang. (Mzm. 130:4) Daud bahkan meminta agar Allah menunjukkan jalan-Nya (note: peraturan-Nya) supaya ia hidup menurut kebenaran-Nya, dan ia juga meminta agar Allah membulatkan hatinya untuk takut akan nama-Nya (Mzm. 86:11). Takut kepada Tuhan (2 Taw. 19:7a) adalah perasaan takut yang besar akan kehadiran Allah yang menghentikan seseorang dari segala macam perbuatan ketidakadilan. Tuhan ingin kita dekat kepada-Nya bukan lari dari-Nya. Ada pengampunan, maka ada ketakutan, dan ada kedekatan.

Perubahan apa yang ingin kita lakukan di tahun 2017 ini? Banyak orang memiliki perasaan tidak mau mengampuni sesamanya dan tersiksa karena merasa dihakimi baik oleh sesamanya maupun dirinya sendiri. Perasaan mengampuni dan diampuni ini seperti burung di dalam sangkar. Sangkar itu bisa terbuat dari kayu, dari logam, ataupun dari emas. Sejelek-jeleknya sangkar itu atau seindah-indahnya sangkar itu, tetap saja burung di dalamnya tidak bisa terbang dengan bebas. Setiap kali dia hendak terbang keluar sangkar, dia akan terbentur tiang-tiang dari sangkar itu. Baik kaya atau miskin, pintar atau kurang, berstatus atau tidak; antara suami dan istri, orang tua dan anak, kakak dan adik, teman dan teman, majikan dan karyawan, sesama pekerja, guru dan murid; kita sering tidak rela mengampuni orang yang telah membuat kita sakit hati; kita juga sering tidak bisa menerima kenyataan bahwa diri kita tidak seperti yang kita idealkan. Perasaan tidak mau mengampuni dan tidak diampuni sangat membatasi hidup seseorang sehingga ia seperti burung yang hidup di dalam sangkar.

Ingatlah bahwa Tuhan suka mengampuni, Ia ingin kita hidup di dalam kebenaran-Nya bukan dengan ketakutan yang lari dari-Nya tetapi dengan ketakutan yang hormat, menyembah, percaya, dan melayani Dia sebagai Allah yang satu dan yang benar. Marilah kita ingat bahwa Tuhan sudah mengampuni dosa kita yang terlampau besar yang tidak mungkin bisa kita bayar, maka kita juga harus rela mengampuni diri kita sendiri, dan orang lain yang melakukan kesalahan kepada kita, yang tidak ada bandingannya dengan kesalahan kita kepada Allah. Di tahun 2017 ini, marilah kita mengambil komitmen untuk keluar dari sangkar emas kita dan terbang bebas dalam udara pengampunan dan rasa takut yang menyembah kepada Tuhan.

Yana Valentina

Januari 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲