Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Lepas untuk Dapat

Apa yang kamu cintai? Apa yang membuat hatimu rasanya sakit? Apa yang berharga bagimu? Apa yang tidak akan kamu lewatkan walaupun kondisimu kelihatannya tidak memungkinkan? Apa yang kamu “bela-belain” walaupun takut, letih, dan sebagainya?

Kita adalah manusia yang sangat mencintai diri. Diri adalah pusat dari segala sesuatu, bahkan acap kali perbuatan baik yang kita lakukan adalah karena diri kita hendak dicap sebagai “orang baik”. Kita akan marah jika dicap “orang yang kurang baik”. Segala sesuatu kita lakukan, segala sesuatu hendak kita peroleh sebanyak-banyaknya, adalah untuk diri. Ketika kita memberi adalah juga untuk diri, memberi dalam batasan di mana saya masih mau memberi. Kita adalah tuan atas seluruh hidup kita sendiri.

Apa yang seharusnya kita cintai? Apa yang seharusnya membuat hati rasanya sakit? Apa yang berharga bagi kita? Apa yang tidak akan kita lewatkan walaupun kondisi sepertinya tidak memungkinkan? Apa yang kita ‘bela-belain’ walaupun takut, letih, dan sebagainya?

Di mana hartamu berada, di situlah hatimu berada. Kita sudah tahu isi Alkitab, kita sudah hafal berbagai perumpamaan tentang Kerajaan Sorga yang Tuhan Yesus berikan. Seperti orang muda yang kaya, orang yang menemukan harta terpendam, perihal menyimpan harta di sorga. Apakah hati kita rela melepaskan, memberikan, menjual semua milik kita untuk mengikut Tuhan sepenuh hati, untuk mengumpulkan harta di sorga bukan di bumi? Apakah kita rela kehilangan ‘semua yang sementara’ demi memperoleh ‘semua yang kekal’? Apakah kita rela ‘put aside ourself in order to love my neighbour as He commands us to do’? Tuhan sudah mempersiapkan ‘treasure’ bagi kita dan sudah siap untuk memberikannya kepada kita, hanya apakah kita mau datang dengan tangan kosong dan memintanya? Ia pasti akan memberikannya, sudah lama Ia menunggu, kapankah kita sadar, kapankah kita datang? Ia sudah siap dengan berbagai kado “true peace, true friendship, true love, true life, true hero, true strength, true courage, true knowledge, and true satisfaction”.

Marilah kita segera datang dan tidak menunda-nunda lagi.

Yana Valentina

November 2017

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲