Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Lumba-Lumba

Sudah jenuh dengan kemacetan perkotaan? Bosan dengan polusi? Kerjaan di depan Anda menumpuk dan tidak kunjung menemukan solusi? Mari kita merenung sejenak dan memikirkan mengenai binatang yang dapat kita contoh.

Lumba-lumba adalah binatang yang patut kita teladani, apalagi kita sebagai orang Kristen. Lumba-lumba menyatakan kasihnya bahkan kepada binatang lain yang bukan grup binatangnya sendiri. Beberapa lumba-lumba dapat berlatih tindakan kebaikan dengan menolong para perenang dari kejaran ikan hiu. Dan beberapa lumba-lumba yang lain pernah ditemukan memberikan petunjuk arah kepada paus yang tersesat. Tetapi lumba-lumba menyimpan kebaikannya secara khusus untuk mereka yang berasal dari grupnya sendiri, seperti manusia. Hal ini lumrah karena manusia memang memiliki lingkaran-lingkaran tanggung jawab yang Tuhan percayakan (Gal. 6:10).

 

Lumba-lumba memang baik dan suka membantu. Demikianlah kita, sebagai orang Kristen, hendaklah kita tolong-menolong satu sama lain. Jika lumba-lumba yang bukan mahkota ciptaan merefleksikan kemuliaan Sang Penciptanya begitu rupa, apalagi manusia, sudah seharusnya manusia saling menolong satu sama lain dengan lebih giat (Gal. 6:2).

 

Jika lumba-lumba yang tidak mengalami penebusan secara personal seperti manusia, dapat mengasihi sesamanya dan bahkan spesies lain, bukankah manusia harus lebih lagi dipenuhi cinta kasih karena sudah diubahkan, merasakan, dan mengalami penebusan Kristus?

 

Jika lumba-lumba sudah menjadi bagian dunia ini yang turut menderita akibat dosa, dan mereka turut merindukan dan menanti-nantikan kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan (Rm. 8:19), yaitu kemuliaan Anda dan saya, maukah kita lebih sungguh-sungguh lagi bertolong- tolongan dengan orang di sekitar kita dan menjaga lingkungan kita lebih lagi? Kiranya kita makin melihat visi Allah di dalam pemulihan ciptaan secara utuh..

Lukas Yuan Utomo

Juli 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah...

Selengkapnya...

Hidup sejati adalah kehidupan yg sebenarnya terjadi setelah kematian di Dunia ini. Sebab kehidupan di Dunia ini...

Selengkapnya...

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar...

Selengkapnya...

Tulisan yang baik dan mengingatkan kita sebagai manusia yang selalu mengejar hikmmat dunia dan ternyata semuanya...

Selengkapnya...

Diusia berapakah seseorang bisa pacaran? Melihat fenomena jaman sekrang, bayak remaja2 kristen atau anak2 sekolah,...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲