Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Luther Sang Pemeran Pembantu

Hari Reformasi baru saja lewat. Hari Reformasi mungkin tidak sepenting hari Natal, Paskah, atau hari besar lainnya dalam kalender Kristen, sehingga banyak gereja yang tidak terlalu mementingkan peringatan momen tersebut. Hal ini terlihat dari tingkat kesibukan mayoritas gereja di seluruh dunia. Tidak ada program-program khusus. Jangankan yang seramai Natal atau Paskah, mungkin kebanyakan gereja melewati 31 Oktober setiap tahunnya tanpa momen-momen nostalgia, seperti hanya melewati hari biasa saja.

Hal ini dapat dimengerti jika kita mempertimbangkan beberapa alasan. Hari besar umat Kristiani yang lain seperti Natal dan Paskah mempunyai Yesus Kristus sebagai pemeran utama. Untuk hari Reformasi, berdasarkan tradisi, seorang biarawan yang bernama Martin Luther disebut sebagai tokoh utamanya. Dengan membandingkan tokoh yang diingat, tentu saja Martin Luther kalah penting. Selain itu, kejadian Natal, Paskah, dan beberapa momen lainnya adalah kejadian bersejarah yang dicatat dalam Alkitab. Hari di mana Luther memakukan 95 tesis terjadi 15 abad setelah Alkitab lengkap diwahyukan. Akibatnya, hari tersebut kurang sakral dibandingkan hari besar Kristen yang disebutkan sebelumnya.

Tidak ada salahnya menempatkan hari Natal dan Paskah di atas hari Reformasi. Namun, kita perlu merenungkan apakah gereja sudah terlalu rendah menempatkan hari Reformasi. Meskipun hari Reformasi identik dengan Martin Luther, kita perlu melihat Roh Kudus sebagai tokoh utama di sini. Pada hari Pentakosta, Roh Kudus menjadi tokoh utama dengan cara menampakkan diri-Nya. Pada hari Reformasi, Roh Kudus menjadi pemeran utama dengan memberikan keberanian yang suci kepada Martin Luther, sehingga Luther dapat melakukan apa yang nantinya mengarahkan jalan sejarah gereja.

Ini adalah karya yang ajaib dari Roh Kudus, sebuah mujizat besar. Namun, ini sebenarnya adalah pekerjaan Roh Kudus yang sangat dekat dengan pengalaman kita sendiri. Kita sudah tidak melihat lidah api turun dari sorga, tetapi kita merasakan nyala api sorgawi di dalam hati kita, yang memberikan kita keberanian untuk memperjuangkan kebenaran, melawan tekanan sosial dan politik dari pihak yang telah menyelewengkan kebenaran. Inilah yang dikerjakan oleh Roh Kudus di dalam hati Martin Luther.

Apa yang dilakukan oleh Roh Kudus melalui Martin Luther pada tanggal 31 Oktober 1517 tidak akan pernah dilupakan oleh dunia. Akan tetapi, wahyu Tuhan di dalam sejarah keselamatan tidak cukup hanya untuk dikenang. Sejarah itu seharusnya memberikan identitas kepada kita, bahwa kita adalah orang-orang yang hatinya dibakar oleh Roh Kudus, seperti Martin Luther, dan menghidupi identitas itu.

Erwan

November 2011

2 tanggapan.

1. Welem Gayames Maniyeni dari Kalabahi, Alor, Gereja Fanating berkata pada 30 October 2012:

Makasih atas berita dan saya bisa mengetahui tentang siapa Luther

2. Juan Intan Kanggrawan (Redaksi PILLAR) dari Singapura berkata pada 5 November 2012:

Hi Welem,

Martin Luther adalah seorang pastur dan teolog dari Jerman. Tuhan memakai Martin Luther untuk menyatakan kesalahan dan penyimpangan yang sudah masuk dalam gereja.

Secara singkat, ada dua tokoh Reformator yang Tuhan pakai dengan peran dan cara yang berbeda:

1) Martin Luther yang Tuhan pakai untuk mendobrak dan menyatakan kesalahan yang sudah berakar kuat.

2) Yohanes Calvin yang Tuhan pakai untuk membangun kembali pengertian dan doktrin Kristen yang berusaha seketat mungkin setia kepada Alkitab. Salah satu karya/tulisan yang paling terkenal adalah "Institutes of the Christian Religion".

Berikut ada beberapa link untuk pemaparan lebih lanjut: http://id.wikipedia.org/wiki/Martin_Luther http://www.bbc.co.uk/history/historic_figures/luther_martin.shtml

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲