Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Masa Tenang dan Damai

Banyak orang ketika mereka sharing tentang masa-masa di mana Tuhan begitu dekat dan personal di dalam hidup mereka, masa itu adalah masa-masa di mana mereka mengalami ujian atau tantangan yang berat. Memang masa-masa tersebut membuat kita yang terlena dari keterlelapan rohani secara instingtif menjadi tiba-tiba mencari dan mendekatkan diri kembali kepada Tuhan. Masa-masa damai sering kali dilihat sebagai masa-masa yang membuat kita terlelap, membuat kita malas, dan tidak waspada hingga akhirnya terjatuh dalam dosa. Contoh di Alkitab seperti raja Daud yang sedang malas-malasan di sotoh istananya akhirnya jatuh ke dalam berbagai-bagai dosa.

Namun masa damai adalah juga berkat Tuhan. Masa di mana seharusnya kita mengorientasikan fokus hidup kita kepada Tuhan.  Salah satu contoh yang baik adalah ketika Salomo hendak mendirikan bait Allah dalam masa damai.

Lalu Salomo mengutus orang kepada Hiram dengan pesan: "Engkau tahu bahwa Daud, ayahku, tidak dapat mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahnya, oleh karena musuh-musuhnya memerangi dia dari segala jurusan, sampai TUHAN menyerahkan mereka ke bawah telapak kakinya. Tetapi sekarang, TUHAN, Allahku, telah mengaruniakan keamanan kepadaku di mana-mana, tidak ada lagi lawan dan tidak ada lagi malapetaka menimpa. Dan ketahuilah, aku berpikir-pikir hendak mendirikan sebuah rumah bagi nama TUHAN, Allahku, seperti yang dijanjikan TUHAN kepada Daud, ayahku, demikian: Anakmu yang hendak Kududukkan nanti di atas takhtamu menggantikan engkau, dialah yang akan mendirikan rumah itu bagi nama-Ku. (1Raj. 5:2-5)

Masa damai adalah berkat dari Tuhan bagi Salomo. Kelimpahan dan ketenangan dari semua musuh yang diberikan kepada Salomo diberikan supaya ia bisa fokus membangun bait Allah. Sehingga respons kita bagi berkat masa-masa damai bukanlah kita memakainya untuk kenikmatan berdosa kita, namun untuk kita belajar menikmati kehadiran Allah. Kita bisa fokuskan hati belajar mencari Tuhan dengan motivasi yang murni, bukan karena kepepet masalah; belajar menikmati Tuhan karena bisa fokus tanpa diganggu masalah sini dan sana.

Bersyukurlah untuk masa tenang dan damai! Pakailah untuk mencari dan menikmati Tuhan!

Heruarto Salim

Mei 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲