Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Melepas dan Menjadi Berkat

Di awal tahun biasanya orang-orang membuat resolusi. Beberapa yang paling umum dan favorit adalah mencoba hal atau tantangan baru, bertamasya ke tempat baru, bergaya hidup sehat atau bertekad menjadi lebih kurus, membaca buku, pindah kerja, dan sebagainya. Satu hal kesamaannya adalah hampir semuanya berpusat kepada pengembangan diri sendiri atau keuntungan pribadi.

Bagaimanakah kalau seorang yang beriman membuat awal yang baru? Mungkin kita perlu melihat kehidupan bapa orang beriman sebagai panduan atau teladan yang kita bisa ikuti.

Perjalanan awal dari bapa orang beriman ditandai dengan sebuah tantangan dan sebuah janji dari Tuhan. Tantangannya adalah sebuah perintah, “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Apa yang bisa kita pelajari dari tantangan tersebut? Ini adalah sebuah tantangan untuk membalikkan tendensi kita memegang erat-erat sesuatu yang kita miliki sekarang ini. Sesuatu yang abnormal, karena hal yang normal adalah untuk terus menambah kepada apa yang sudah ada sekarang, bukan untuk mengurangi. Di pasal sebelumnya kita melihat tendensi yang digambarkan secara universal dilakukan oleh kaum di muka bumi, “Marilah kita berkumpul dan mencari nama supaya kita jangan terserak.” Abraham harus belajar untuk melepaskan, bahkan melepaskan sesuatu yang sangat-sangat penting dan sentral, negerinya, sanak saudara, dan bahkan keluarga intinya.

Tuhan bukan hanya memberikan tantangan tetapi Ia juga memberikan janji kepada Abraham, “Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyur; dan engkau akan menjadi berkat… olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Abraham tidak perlu berusaha mencari nama bagi dirinya, karena Tuhan yang akan memberikannya. Abraham yang tidak mempunyai keturunan, dijanjikan menjadi bangsa yang besar. Namun puncak berkat yang dinyatakan di sini adalah Abraham, bukan siapa-siapa saat itu, dijanjikan akan menjadi berkat bagi segala bangsa! Lagi-lagi sebuah pembalikan dari tendensi kita yang terus meminta berkat bagi diri kita, kita diajarkan untuk meminta dan bersedia menjadi berkat bagi orang banyak. Resolusi untuk minta naik gaji, itu biasa, tetapi resolusi untuk memberikan persembahan atau diakonia lebih besar lagi di tahun ini, orang-orang akan berkata, “Luar Biasa!!” Padahal itulah yang seharusnya, itu yang biasa.

Mari di tahun yang baru ini kita bukan minta untuk makin bertambah, tetapi kita makin berani melepas; bukan terus minta berkat, tetapi menjadi berkat!

Heruarto Salim

Januari 2020

2 tanggapan.

1. Ivan Datudey dari Milan berkata pada 18 January 2020:

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar pemenuhan akan kebutuhan2 dan keinginan2 sendiri. Padahal seharusnya tidak hanya sampai diberkati titik tetapi ada tujuan akhir yaitu diberkati untuk MEMBERKATI. Bukan mengambil tapi melepaskan, bukan datang tapi pergi,

2. Irsanky dari Soe berkata pada 28 January 2020:

Wow, very blassed. I'm trust we are blassed to be Blessings:). To God be the glory

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲