Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memenungkan Berkat Tuhan (I)

Beberapa kali di dalam Alkitab dicatat tokoh yang meminta sesuatu kepada Tuhan dan langsung dikabulkan. Ketika mendapatkan kesempatan untuk meminta, Yakub tidak mau melepaskan Tuhan yang bergulat dengannya sampai permintaannya dikabulkan. Apa yang diminta Yakub? Ketika kesempatan meminta tiba pada Salomo, dia langsung meminta hikmat dan segera dikabulkan oleh Tuhan. Berlainan dengan Salomo, Yakub meminta berkat Tuhan. Namun, berkat yang dimaksud tentu tidak sesempit yang sering dipahami sebagian orang Kristen saat ini, yaitu berkat material. Apa yang dimaksud dengan berkat Tuhan di sini?

Banyak orang Kristen saat ini salah mengecilkan makna berkat hanya sebatas kekayaan material, padahal tidak mungkin itulah yang dipikirkan oleh Yakub ketika itu. Jangan lupa bahwa pada saat itu Yakub sudah kaya. Menurut ukuran dunia, tentu dia tidak kekurangan apa pun: banyak keturunan, banyak budak, banyak ternak dan harta. Ketika dia tahu sebentar lagi akan menghadapi Esau, dia melepaskan semua miliknya tersebut untuk Esau dan dia tinggal sendiri di belakang. Pada saat itu, tentulah Yakub merenungkan sekali lagi perjalanan hidupnya, mengingat mungkin sebentar lagi dia akan dibunuh Esau. Tentulah dia memikirkan kembali makna hidup yang sesungguhnya. Ternyata, apa yang selama ini dia kejar, yaitu kebahagiaan duniawi, tidak memberikan kebahagiaan yang sejati.

Pada saat itulah dicatat di Alkitab bahwa Tuhan datang dan bergulat dengan Yakub. Ketika Yakub “memaksa” Tuhan memberkati dia, dia tahu bahwa dia harus mendefinisikan kembali berkat Tuhan. Dia mungkin berpikir dalam hati sambil bergulat dengan Tuhan, “Apa gunanya aku mendapatkan seluruh dunia ini jika tidak mendapatkan berkat Tuhan? Apakah selama ini aku sudah sungguh-sungguh diberkati? Jika belum, Tuhan, kali ini sungguh-sungguh berkatilah aku!”

Kita tahu bahwa setelah pergulatan itu, Tuhan memberikan nama Israel kepada Yakub. Alkitab memberikan banyak pemahaman yang benar tentang berkat Tuhan, tetapi cerita Yakub di sini menyatakan kepada kita bahwa ada kaitan antara mendapatkan berkat Tuhan dengan menjadi Israel. Berkat Tuhan harus dipahami dalam konteks Israel dan non-Israel.

Kita bisa saja mempunyai harta dunia yang banyak, tetapi belum tentu itu adalah berkat dari Tuhan. Iblis juga bisa memberikan seluruh dunia kepada manusia jika manusia mau menjadi pengikutnya (ingat pencobaan yang dialami Yesus Kristus).

Apa artinya menjadi Israel? Menjadi Israel bukan berarti lahir sebagai orang Yahudi secara jasmani atau mengganti warga negara kita menjadi Israel. Roma 9:5-8 jelas mencatat bahwa menjadi Israel bukan dari keturunan jasmani, tetapi sebagai anak-anak perjanjian. Artinya, kita menjadi umat Tuhan melalui karya penebusan dari Yesus Kristus.

Menjadi Israel berarti menjadi umat yang tergabung ke dalam Kerajaan Allah, yang tunduk kepada kekuasaan dan perintah Yesus sebagai Tuhan dan Raja. Orang-orang yang meresponi undangan Tuhan untuk masuk ke dalam Kerajaan-Nya, orang-orang yang cara berpikir dan beretika sesuai dengan norma Kerajaan, itulah orang-orang yang diberkati oleh Tuhan.

Erwan

Juli 2015

1 tanggapan.

1. samson dari pekanbaru berkata pada 7 July 2015:

Amin.. semoga saya menjadi umat israel rohani.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲