Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Memenungkan Berkat Tuhan (II)

Pada renungan yang lalu, kita memenungkan bagaimana Yakub diberkati menjadi Israel karena dia memegang Malaikat Tuhan erat-erat dan tidak mau membiarkan-Nya pergi sebelum Dia memberkatinya. Melihat kegigihan Yakub meminta sesuatu yang benar kepada- Nya, Tuhan pun memberkatinya. Tidak banyak orang mendapatkan anugerah seperti Yakub, yang dapat secara langsung bertemu dan bergulat dengan Tuhan. Bagi kita yang hidup pada zaman ini, zaman ketika wahyu sudah selesai dan lengkap, dan Tuhan tidak lagi menampakkan diri-Nya demi kepentingan pewahyuan, apakah kita masih mempunyai kesempatan seperti Yakub, sehingga kita disebut orang yang diberkati?

Kita tentu tidak harus bergulat dengan Tuhan seperti Yakub untuk mendapatkan berkat Tuhan. Cara itu adalah anugerah khusus yang diperoleh Yakub, bukan syarat atau cara untuk mendapatkan berkat Tuhan. Banyak bagian dalam Alkitab menyatakan bagaimana dan orang seperti apa yang mendapatkan berkat Tuhan. Kali ini, kita akan melihat apa yang dinyatakan di Mazmur 1.

“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,

tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.

Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.

Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.

Sebab itu orang fasik tidak akan tahan dalam penghakiman, begitu pula orang berdosa dalam perkumpulan orang benar;

sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.”

Kata “berbahagialah” dalam baris pertama juga dapat, atau mungkin lebih tepat, diterjemahkan menjadi “diberkatilah”. Diberkatilah orang yang kesukaannya adalah Taurat Tuhan, dan yang merenungkannya siang dan malam, karena dia dekat dengan Sumber Kehidupan yang membuatnya berbuah pada musimnya.

Metafora buah di sini sangat penting. Jika kita dapat mengartikan hasil tanaman yang berlimpah, misalnya panen raya pada bangsa Israel, sebagai tanda dan bukti berkat Tuhan bagi bangsa itu pada masa Perjanjian Lama, terlebih lagi bagi barang siapa yang hidupnya panen buah. Namun, mereka yang berbuah pada musimnya adalah mereka yang merenungkan Taurat Tuhan siang dan malam, yang memegang teguh dan tidak membiarkan Taurat itu pergi darinya.

Tuhan memang tidak lagi menampakkan diri dalam rupa Malaikat Tuhan kepada kita, tetapi Tuhan hadir di zaman ini, di tengah-tengah kita, melalui perkataan-Nya. Merenungkan perkataan Tuhan siang malam dapat kita pahami sebagai “bergulat”, menggumuli firman, dan mencoba melakukannya sepanjang hari dan sepanjang malam. Orang seperti itu akan berbuah pada musimnya dan diberkati.

Erwan

Juli 2015

2 tanggapan.

1. Jacob Holbala dari Kupang NTT berkata pada 31 July 2015:

Terima kasih banyak buat pengasuh Buletin Pilan kami diberkati oleh Tuhan lewat perenungannnya...Salom Gbu

2. Julita dari Medan berkata pada 1 August 2015:

Apa maksudnya "apa saja yang diperbuatnya berhasil" ?? Pada Mazmur 1 itu.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲