Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Menaati Tuhan

Suatu hari di kelas sedang mempelajari Bahasa Inggris, dan untuk mengetes para muridnya guru tersebut menanyai setiap murid yang hadir.

Guru            : WORK artinya kerja, kalau WORKING artinya bekerja, paham anak-anak?
Murid-murid : Paham!
Guru            : Sekarang kalian cari kata lain.
Indah           : SING artinya nyanyi, jadi SINGING artinya bernyanyi.
Guru            : Pintar, Indah bernyanyi indah. Ada lagi yang lain?
Mr. X           : SONG artinya LAGU jadi kalau SONGONG artinya BELAGU!

Itulah kita! Semua manusia keturunan Adam, semuanya belagu di hadapan-Nya dan tidak menaati firman Tuhan. Tuhan muak dengan ibadah dan nyanyian Israel karena mereka bersandar pada diri dan kepandaian diri. Tuhan muak dengan lagu Israel karena mereka bercabang hati, memiskinkan orang miskin, dan menelantarkan orang terlantar. Tuhan muak dengan Saul, orang yang diurapi, karena meski memberi uang persembahan tetapi tidak mau taat.

Apakah kita sudah menaati Tuhan? Apakah kita orang Kristen bisa menaati firman-Nya?
1. Kita hanya bisa taat justru persis saat kita menyadari kita tidak bisa taat.
2. Kita bisa taat persis saat menyadari Tuhan itu Raja yang bertakhta dengan agung dan mulia.
3. Kita hanya bisa minta pertolongan-Nya dengan doa senantiasa, berjaga-jaga agar kita bisa taat dengan rela hati bukan karena tekanan.

Kita taat bukan karena takut dihukum. Kita taat bukan karena supaya disayang Tuhan. Kita taat karena memang Dia patut menerima sembah sujud kita, karena Dia itu Pencipta, Penebus, Tuhan dan Raja kita.

Lukas Yuan Utomo

Oktober 2016

2 tanggapan.

1. irene dari Tarutung berkata pada 14 October 2016:

saya ingin bertanya: jadi, jika kita berusaha taat karena kita ingin disayang Tuhan dan supaya kita tidak dihukum, salah awal kita dimana?

2. Lukas dari Jakarta berkata pada 10 November 2016:

Kita berusaha taat bukan supaya disayang Tuhan karena Tuhan sudah sayang kita. Kita berusaha taat bukan supaya tidak dihukum karena Tuhan sudah melepaskan kita dari hukuman kekal.

Kita taat karena kita tahu Dia patut ditaati sebagai Raja alam semesta yaitu Sang Pencipta, Tuhan kita. Kita taat karena kita tahu Dia patut menerima syukur kita sebagai Raja yang mati utk kita yaitu Sang Penebus, Juruselamat kita.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Dengan cara yang sama, Roh Kudus akan menelanjangimu. Kalau engkau mengakui tuntunan tangan Roh Kudus yang gagah...

Selengkapnya...

Hidup sejati adalah kehidupan yg sebenarnya terjadi setelah kematian di Dunia ini. Sebab kehidupan di Dunia ini...

Selengkapnya...

Terima kasih renungan yg inspiratif. Kekristenan saat ini memang sdh jauh dari pesan injil, orang2 lebih mengejar...

Selengkapnya...

Tulisan yang baik dan mengingatkan kita sebagai manusia yang selalu mengejar hikmmat dunia dan ternyata semuanya...

Selengkapnya...

Diusia berapakah seseorang bisa pacaran? Melihat fenomena jaman sekrang, bayak remaja2 kristen atau anak2 sekolah,...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲