Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Mengapa Kita Belum Mau Mati?

Setiap orang pasti mempunyai alasan untuk ingin hidup lebih panjang di dunia ini. Entah itu adalah karena takut mati, atau masih ada target yang masih harus dikejarnya di dunia ini. Ada banyak orang yang belum mau mati karena menganggap kehidupan di dunia ini lebih menyenangkan daripada kehidupan setelah kematian. Selain itu, misalnya, mereka juga masih ingin mengembangkan kerajaan bisnis mereka, mendapatkan kekuasaan politik, menjadi salah seorang tersukses di sepanjang sejarah, dan lain-lain. Jika diteliti, banyak yang ingin hidup lebih lama di dunia ini karena dorongan yang egois. Mereka ingin mendapatkan lebih banyak untuk diri sendiri. Bagaimana dengan kita?

Di dalam surat Paulus kepada jemaat di Filipi, dia menulis, “Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Tetapi jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah. Jadi mana yang harus kupilih, aku tidak tahu. Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus – itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu” (1:21-26). Bagi Paulus, mati dan bertemu Kristus adalah hal yang paling diinginkannya. Akan tetapi, sebelum waktu Tuhan tiba baginya, dia ingin hidup bagi Kristus dan menjadi berkat bagi orang lain.

Bagi orang Kristen, sebagaimana yang dipikirkan oleh Paulus, seharusnya tidak ada lagi pengalaman yang lebih menyenangkan dan bersukacita daripada dipanggil oleh Tuhan dan bertemu dengan Tuhan Yesus. Namun, kita dapat belajar dari Paulus bahwa sukacita tersebut masih harus kita tunda karena beberapa alasan. Pertama, masih ada mandat dari Kristus yang harus kita kerjakan dalam dunia ini. Kedua, kita mengingat sesama kita yang masih harus kita layani. Kedua hal ini adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Jika kita mengetahui hal ini, tentu kita sadar mengapa kita masih hidup di dunia ini. Kita masih diberikan waktu di dunia ini bukan untuk diri kita. Jikalau kita ingin mencari sesuatu keuntungan bagi diri kita sendiri, tentunya itu tidak kita dapatkan di dunia ini karena tidak ada hal dari dunia ini yang dapat melampaui keuntungan yang kita dapatkan dari kematian dan pertemuan dengan Kristus muka dengan muka. Namun, kita ada di dunia ini untuk melayani Kristus dan sesama kita.

Jikalau kita masih hidup untuk membesarkan dan meninggikan diri kita sendiri, dan bukan untuk melayani Tuhan Yesus dan orang lain, betapa kita telah jauh dari teladan yang diberikan Paulus kepada kita, dan jauh dari model murid Yesus Kristus yang sejati.

Erwan

September 2013

2 tanggapan.

1. Yakoba Esterlina Widjaja dari Jakarta Barat berkata pada 25 September 2013:

Terpujilah Tuhan Yesus Kristus yg telah memanggil saya menjadi bgn dr tubuh Kristus dan terus membimbing dgn firman-Nya melalui buletin pillar. Rasul Paulus memberi teladan yg sangat baik kpd anak2 Allah spy selama kita masih ada di dunia,kita harus mentaati semua perintah Tuhan Yesus dan yg paling terutama adalah memberitakan injil kpd org2 yg blum mengenal Yesus.Juga mengasihi sesama sdra seiman.

2. rustam hamelberg dari tangerang berkata pada 9 October 2013:

Menjaga kesehatan tubuh dan mensyukuri nafas yang dipercayakan Tuhan kepada kita manusia penting dilakukan dalam kehidupan sehari- hari. Melalui nafas , talenta, harta , dan semua yang Tuhan percayakan kepada kita manusia kiranya bisa memberikan damai sejahtera kepada sesama. Sehingga banyak orang mengakui bahwa Tuhan Yesus adalah juruselamat dunia. Terpujilah Kristus..........Haleluya

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲