Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

MESIAS-KU?

Ya, saya tahu Yesus adalah Mesias. Perjanjian Lama menjanjikan Mesias dan Perjanjian Baru menyatakan penggenapannya di dalam diri Yesus. Perjanjian Lama mengatakan bahwa Mesias akan membuat orang-orang tuli mendengar, mata orang-orang buta akan melihat, orang-orang yang sengsara akan bersukaria, orang-orang miskin akan bersorak, orang lumpuh akan melompat, mulut orang bisu akan bersorak, orang-orang yang remuk hati akan dirawat, orang-orang tawanan akan dibebaskan, orang-orang yang terkurung akan dilepaskan, semua orang berkabung akan dihibur. (Yes. 29:18-21; 35:5-6; 61:1-2)

Perjanjian Baru mengatakan bahwa waktu Yesus ada di dalam rumah ibadat, Dia membaca kitab Yesaya 61:1-2 yang menjanjikan Mesias:

“Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskinl dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang.”

dan mengatakan bahwa ayat itu digenapi pada saat itu (Luk. 4:18). “Tadaaa.... Aku datang. Akulah Mesias yang dijanjikan.”

Waktu Yohanes Pembaptis meragukan ke-Mesias-an Yesus, Yesus mengatakan, “Katakan kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk. 7:22).

Tapi sekarang Yesus tidak ada di dunia, Dia sudah naik ke sorga. Tidak ada orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar dengan cara mereka beriman kepada Yesus. Apakah Yesus hanya Mesias bagi orang-orang Perjanjian Baru? Ternyata tidak. Yesus adalah Mesias bagi kita juga, orang-orang setelah Perjanjian Baru. Hidup kita (secara rohani yang dahulu dilambangkan secara fisik) yang tuli, buta, sengsara, miskin, lumpuh, bisu, remuk hati, tertawan, terkurung, berkabung akan disembuhkan, dilepaskan, dihibur, dan diselamatkan. Dia juga adalah Mesias kita, Mesiasku. Datanglah kepada-Nya, jangan ragu, lihat kisah-Nya di Perjanjian Baru. Berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku (Luk. 7:23).

Yana Valentina

November 2014

1 tanggapan.

1. marcilia dari jakarta berkata pada 12 November 2014:

Jika kesembuhan fisik di zaman Yesus merupakan gambaran kesembuhan kita dari dosa pada zaman sekarang. Apa berarti jesembuhan fisik sudah tidak ada ? Atau kesembuhan fisik bukan merupakan hal yang penting lagi pada zaman ini ? JIka seperti itu, berarti pelayanan kita ke rumah sakit hanya memberikan penghiburan saja dan bukan doa kesembuhan ? Bagaimana dengan mereka yang waktu sakit didoakan dan sembuh ? Apa karna memang pasti dia sembuh walau tidak didoakan ? Mohon penjelasannya. Terima kasih

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

Apakah orang Kristen harus merayakan hari raya Purim juga?

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲