Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nabi

Sejak tanggal 8 September 2014, di Jakarta diberlakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir sembarangan. Mulai saat itu, banyak orang harus berhati-hati jika ingin parkir di tempat yang tidak seharusnya, karena sanksinya mahal dan merepotkan. Tetapi prinsip ini sama dalam berbagai hal, misalnya memperbaiki sudah pasti lebih mahal dan repot daripada merusak, demikian juga menyembuhkan daripada menyakiti, mencari daripada membuang, taat sudah pasti lebih sulit daripada melawan, mengakui daripada menghindar, dan lain sebagainya. Bagaimana jika sanksinya adalah hilangnya hidup, akankah kita sembarangan?

Ada seorang Abdi Allah dari Yehuda diutus Tuhan ke Betel, Israel, untuk menyampaikan hukuman atas perbuatan jahat raja Israel yaitu raja Yerobeam. Raja hendak menangkap dia tetapi tangannya menjadi kejang. Raja meminta agar Abdi Allah tersebut berdoa kepada Allah agar tangannya pulih kembali dan Allah memulihkannya. Raja hendak memberikan hadiah kepada Abdi Allah tersebut tetapi Abdi Allah ini menolaknya karena ia telah diperintahkan Allah untuk tidak makan atau minum di Betel bahkan untuk tidak kembali ke Yehuda melalui jalan yang diambilnya untuk datang ke sana. Ada pula seorang nabi tua di Betel yang mendengar kabar tentang abdi dari Yehuda ini. Nabi tua ini berbohong kepada Abdi Allah dengan mengatakan bahwa atas perintah Tuhan seorang malaikat mengatakan kepadanya agar membawa Abdi Allah ini makan dan minum di Betel. Maka Abdi Allah ini kembali dan makan serta minum bersama nabi tua itu. Tetapi naas, pada saat mereka sedang duduk makan dan minum, firman Tuhan yang sesungguhnya datang kepada nabi tua itu dan mengatakan bahwa Abdi Allah itu telah memberontak terhadap perintah Allah, maka ia akan mati. Dan benarlah, di tengah jalan, seekor singa menyerang Abdi Allah itu dan ia mati. Kematiannya diceritakan oleh semua orang yang melihat mayatnya di pinggir jalan dengan singa dan keledai berdiri di sampingnya! Tuhan yang tidak segan-segan menghukum abdi- Nya yang tidak taat pada perintah-Nya, sudah pasti akan menghukum raja Yerobeam yang berbuat jahat. Namun setelah semua kejadian ini pun, raja tetap berbuat jahat, maka dia dan seluruh keluarganya dilenyapkan dari muka bumi (1Raj. 13).

Yesus mengatakan, “Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya” (Yoh. 14:10). Bagaimana kita berkata-kata? Hendaklah kita tidak sembarangan menggunakan mulut kita. Janganlah mengatakan hal-hal yang tidak sesuai dengan kebenaran Allah dan jagalah hidup kita sendiri untuk taat kepada kebenaran Allah. Kita menyampaikan pesan dari Allah yang Mahakudus, maka hendaklah hidup kita kudus adanya.

Yana Valentina

September 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲