Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Naluri Akhir Cerita

Bagaimana mendeskripsikan perasaan murid-murid Yesus ketika melihat Guru mereka disalibkan? Selama tiga tahun lebih mengikuti perjalanan Guru mereka, mereka secara akumulatif membangun ekspektasi akan akhir yang mulia dan berkemenangan. Namun, bukan itu yang mereka alami ketika mereka mengetahui Guru mereka mati dan dikuburkan.

Saya membayangkan pembicaraan dua orang murid menuju Emaus di dalam Lukas itu seperti dua orang teman penggemar film superhero yang keluar dari bioskop sehabis menonton Avengers: Infinity War. Sambil berjalan, mereka merenung dan bertanya-tanya: Apa yang telah terjadi? Mengapa pendekar mereka berguguran satu per satu di akhir cerita? Mengapa cerita diakhiri dengan kemenangan Thanos, si penjahat besar? Di dalam lubuk hati mereka yang terdalam mereka mengetahui bahwa tidaklah mungkin ini sungguh-sungguh akhir dari cerita. Beberapa saat kemudian, mereka akan menjadi lega ketika dugaan mereka terkonfirmasi dengan pengumuman akan keluar sekuel film tersebut.

Sama halnya, ketika Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada murid-murid-Nya di dalam perjalanan mereka ke Emaus, mereka sedang membahas kebingungan mereka. Mereka mengira Yesuslah yang akan membebaskan mereka dari penjajahan Romawi, tetapi imam- imam dan para pemimpin orang Yahudi telah menyerahkan-Nya kepada orang Romawi untuk disalibkan. Mereka tahu bahwa cerita tentang Yesus tidak semestinya berakhir janggal demikian. Harapan mereka mulai terjawab ketika rumor tentang kebangkitan-Nya sampai ke telinga mereka. Kata para perempuan yang pertama kali ke kubur, Yesus telah hidup. Ketika diverifikasi, kubur memang kosong, tetapi Yesus tidak dapat ditemukan. Apa pula yang sedang terjadi? Mereka berjalan sambil harap-harap cemas akan adanya sekuel cerita Yesus, tetapi seluruh cerita tentang kebangkitan guru mereka yang jelas-jelas telah mati kedengaran begitu tidak mungkin.

Yang tidak disangka-sangka oleh Kleopas dan teman seperjalanannya adalah bahwa mereka sedang berhadapan dengan jawaban terhadap pertanyaan mereka ketika mereka bertemu dengan “orang asing” di tengah perjalanan mereka. Keyakinan mereka bahwa cerita Yesus tidak seharusnya berakhir tragis pun akhirnya terbukti benar. Namun, Yesus ingin membenarkan akhir cerita mereka dengan versi yang jauh lebih bagus dari ekspektasi mereka. Memang, cerita baru akan berakhir secara benar dengan kemenangan, bukan kekalahan Sang Mesias. Akan tetapi, kemenangan terhadap apa? Bukan terhadap musuh politik (bangsa Romawi), tetapi musuh terbesar Allah dan manusia, yaitu dosa dan maut.

Sewaktu terjadi banyak hal suram yang tidak dapat kita pahami, kita tahu bahwa akhir cerita tidak seharusnya begitu. Dan yakinlah bahwa semua pertanyaan akan dan hanya dapat dijawab pada akhir kisah kita di dalam terang Kristus. Yesus berkata, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir” (Why. 22:13). Karena Dia adalah Awal dan Akhir, dunia tidak akan masuk akal jika berakhir tanpa Yesus. Sejarah dunia, maupun kisah hidup seseorang, baru dapat dipahami dengan sepenuh- penuhnya sebagai yang berawal dan berakhir pada Kristus. Seluruh hal yang tidak dapat kita pahami sekarang akan hanya akan menjadi terang di dalam penggenapan seluruh kemuliaan dan kemenangan Kristus di titik akhir dari waktu dunia ini. Akhir cerita yang sesungguhnya tentunya akan jauh melampaui imajinasi kita. Betapa agungnya akhir cerita sesungguhnya itu. Marilah kita terus berpegang kepada Kristus, Sang Alfa dan Omega itu.

Erwan

Oktober 2018

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲