Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Nasihat vs. Perintah

Di dalam sebuah organisasi pada umumnya, kedudukan penasihat tentu tidak seberkuasa atasan. Penasihat biasanya adalah orang yang banyak pengalaman dan perkataannya dijadikan pertimbangan, tetapi tidak selalu akan berakhir jadi kebijakan. Dalam kehidupan pribadi pun, nasihat – apakah itu dari orang tua, guru, pendeta, dan lain-lain – sering kali bersifat pilihan, tidak semendesak perintah atasan, tuntutan hukum, atau undang-undang untuk dijalankan. Sebenarnya, bagaimana seharusnya kita berespons terhadap nasihat yang bijak? Apakah nasihat yang bijak mempunyai derajat yang lebih rendah daripada perintah?

Jika kita menganggap nasihat yang berhikmat lebih rendah derajatnya daripada perintah, dan karena itu kurang mendesak untuk dilakukan, tentunya kita akan menganggap Kitab Amsal lebih rendah derajatnya dibandingkan Taurat, karena Amsal dituliskan “untuk mengetahui hikmat dan didikan” (1:1). Ayat ketujuh dari pasal pertama adalah salah satu yang paling terkenal:

Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan,
          Tetapi orang bodoh menghina hikmat dan didikan.

Baris pertama dan kedua adalah pengontrasan antara orang berhikmat dengan orang bodoh. Salomo dengan jelas menunjukkan hubungan antara hikmat dengan takut akan Allah. Orang yang berpengetahuan adalah orang yang takut akan Allah, sedangkan orang yang menghina hikmat dan didikan adalah orang yang bodoh.

Dengan demikian, nasihat yang bijaksana tidak dapat kita setarakan dengan usul atau masukan, ataupun saran. Nasihat yang benar-benar berhikmat mempunyai otoritas ilahi karena sumber dari segala kebijaksanaan adalah Tuhan sendiri. Menentukan pilihan yang bijak berarti mengejar keputusan seturut dengan kehendak Tuhan.

Jadi, apa artinya jika kita menolak nasihat yang sungguh-sungguh bijak? Kita menempatkan diri pada barisan orang yang tidak takut akan Tuhan, dan menempatkan diri kita di jajaran orang bodoh yang menghina hikmat dan didikan.

Erwan

September 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Witness Lee tdk menyatakan firman itu ciptaan. Tdk tau kalau dulu. Tp dalam rilis resminya yg diajarkan ttg Yoh. 1:1,...

Selengkapnya...

Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲