Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Noel, Noel!

Memasuki bulan Desember selalu mempunyai warna khasnya sendiri. Dekorasi Natal mulai tampak di gereja-gereja, rumah-rumah, sekolah-sekolah, atau bahkan mal-mal. Namun, yang paling membangun mood tentulah lagu-lagu Natal yang mulai dilatih untuk padus ataupun dinyanyikan jemaat di mana-mana. Mengapa lagu-lagu Natal membawa suasana yang lain? Seolah-olah, lagu-lagu itu mempunyai kekuatan untuk membawa kita ke sebuah dunia lain, dunia yang lain rasanya dari bulan-bulan yang lain. Ada sukacita dan keteduhan tersendiri di bulan Desember yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

Namun, semua lagu Natal tentunya tidak akan mendapatkan kekuatan itu jika tidak ada peristiwa kelahiran Kristus di dunia ini. Tidak ada karya seni hasil imajinasi manusia yang dapat mempunyai kekuatan seperti lagu-lagu Natal. Para penggubah musik dan lagu Natal mendapatkan inspirasi dari refleksi mereka terhadap peristiwa bersejarah, ketika Firman itu menjadi daging, lahir di tengah-tengah manusia. Pada saat itu, realitas sorgawi terkuak sedikit dan secercah cahaya sorga memancar ke dalam kegelapan dunia manusia yang berdosa. Itulah awal penggenapan cerita datangnya Kerajaan Allah ke dunia ini di dalam Sang Mesias.

Kerajaan Allah akan dihadirkan oleh Sang Bayi di dalam palungan. Dialah yang akan menjadi Rajanya. Pada malam Natal, Raja itu masih bayi. Namun, Dia akan menjadi besar dan Kerajaan-Nya akan meliputi seluruh permukaan bumi. Syalom, damai sejahtera akan turun. Dosa dan maut akan ditaklukkan. Kerajaan roh jahat akan dihancurkan. Keadilan akan ditegakkan dan Yesus akan memerintah.

Ya, semuanya masih berupa cikal bakal, belum terjadi sepenuhnya, tetapi itulah pengharapan bagi umat manusia. Dari ketiadaan harapan, manusia melihat potensi untuk mendapatkan kelepasan dan kelegaan akan datangnya dunia yang baru. Mereka melihat bersama-sama dengan Paulus, bahwa ciptaan baru ada di depan mata mereka dan sedang diwujudkan oleh Tuhan di dunia ini di dalam Kristus (2Kor. 5:17). Para seniman yang membuat musik dan lagu Natal mengalami dengan indera rohani mereka dunia yang baru tersebut dan mengekspresikan pengalaman mereka melalui musik. Bahkan memikirkan apa yang akan datang saja bisa memberikan kita sukacita yang hampir sama dengan ketika mengalami aktualisasinya. Bandingkan dengan pengalaman “besok kita akan jalan-jalan ke destinasi impian kita!”, perasaan waktu menikmati perjalanan menuju tempat tersebut, dengan perasaan ketika sudah sampai tempat tersebut. Sukacitanya hampir sama saja. Bedanya, sebelum kita sampai ke tujuan, kita merasakan tempatnya di dalam imajinasi. Setelah sampai, kita melihat gambar yang sesungguhnya.

Ketika kita mengingat kembali kelahiran Kristus, mari kita ingat kembali tugas kita untuk mewujudkan Kerajaan Allah lebih penuh lagi di dunia ini. Kiranya Natal tahun ini menyuntikkan kembali pengharapan baru yang akan menjadi kekuatan baru kita untuk bekerja bagi Raja kita di tahun yang akan datang. Dengan demikian, kita tidak selamanya hidup di dalam imajinasi, melainkan makin dekat dengan tujuan akhir kita, seperti doa yang diajarkan oleh Tuhan kita: “Datanglah Kerajaan-Mu. Jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Mari kita jadikan potensi Natal menjadi kenyataan.

Erwan

Desember 2019

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲