Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Orang Baik Banyak Musuh?

Ada kejanggalan ketika kita membaca bahwa di dalam ucapan berkat pada Khotbah di Bukit, disebut juga berkat kepada orang-orang Kristen yang dicela dan dianiaya karena nama Yesus. Bagaimana mungkin orang yang miskin di hadapan Tuhan, yang berduka karena dosanya, yang lemah lembut, yang lapar dan haus akan kebenaran, berbelaskasihan, berhati suci, dan membawa damai dapat mempunyai musuh, atau konflik dengan orang lain? Mengapa Tuhan Yesus seolah memprediksi bahwa orang-orang yang mempunyai ciri-ciri penuh cinta kasih dan kedamaian di atas akan mendapatkan masalah dengan dunia ini?

Memang jika dilihat dari semua ciri di atas, tidak ada satu pun ayat yang mendorong orang Kristen untuk menjadi “gara-gara” untuk “ribut” dengan dunia ini, dan memang tidak ada alasan bagi orang Kristen untuk suka bermusuhan dengan orang dunia. Saya kira, Paulus menekankan ajaran damai dari Khotbah di Bukit ini ketika dia menasihati jemaat di Roma agar sedapat-dapatnya hidup berdamai dengan semua orang (Rm. 12:18).

Namun, saya ingin merefleksikan persoalan ini dengan melihat 2 ayat yang muncul sebelumnya – bahwa orang yang lapar dan haus akan hidup benar akan dipuaskan, dan yang membawa damai akan disebut anak-anak Allah, sebagai titik kontak dengan dunia. Jika dibandingkan dengan ucapan-ucapan berkat yang lain, kedua ayat ini mengandung dinamika yang paling aktif: lapar dan haus (mengejar) akan hidup benar; dan membawa damai atau syalom kepada dunia ini. Selain itu, sebutan Yesus bagi pembawa damai, “anak-anak Allah” mengingatkan kita kepada antitesis antara anak Allah dengan anak manusia pada Kejadian 6.

Jadi, kita dapat mempelajari bahwa perlu ada harga yang dibayar jika seseorang tidak ingin berkompromi terhadap dosa dan ingin agar damai sejahtera dibawa ke dalam dunia. Ketika orang Kristen ingin mengupayakan keadilan sosial dan pemerintahan yang bersih, misalnya, mereka harus menghadapi kekuasaan yang tidak menyukainya. Saat orang Kristen memperjuangkan pelestarian lingkungan, bisa saja dilawan oleh perusahaan-perusahaan dengan kekuatan modal yang besar. Juga ketika orang Kristen membawa pesan bahwa orang berdosa harus kembali dan diperdamaikan dengan Allah Pencipta melalui Kristus yang telah mati dan bangkit, banyak pihak yang tidak senang, terutama yang disebut oleh Paulus di Efesus 6: pemerintah-pemerintah, penguasa-penguasa, penghulu-penghulu dunia yang gelap, dan roh-roh jahat di udara.

Bahkan Yesus Kristus, pribadi yang paling benar dan damai di atas semua manusia yang lain, dimusuhi dan dianiaya. Maka dari itu, kepada para pembawa syalom itu, Yesus memberikan berkat-Nya:

“Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.

Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." (Mat. 5:10-12)

Erwan

April 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pelayanan Tim Aksi Kasih (TAK) GRII untuk COVID-19 yang telah melayani pembagian Alat Pelindung Diri (APD) untuk 213 rumah sakit/puskesmas dan pembagian sembako di 31 provinsi di Indonesia. Berdoa kiranya melalui pelayanan ini, gereja dapat menjadi saluran kasih.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Kalau itu suara Bapa dari Surga, mat 3:17 & Mat 17:5. Bagaiman menjelaskannya denga Yihanes 5:37, dimana suara...

Selengkapnya...

Dengan hormat Pdt. Stephen Tong, kutiplah ayat dengan benar! Di dalam kitab Yesaya 1 tidak pernah mengatakan “Aku...

Selengkapnya...

tema pertanyaan2 yg selalu menteror manusia selama dia ada(hidup). Dan semua mengejarnya hanya dg "alat" yg...

Selengkapnya...

Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲