Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Other-god Detector

Suatu hari, datanglah seorang anak muda yang kaya kepada Tuhan Yesus untuk meminta petunjuk. Bahagia di dunia sudah dia nikmati. Kemudaan, kesehatan, dan kekayaan dia punyai. Kini saatnya memastikan kebahagiaan akhirat juga di tangan. Maksudnya datang kepada Yesus adalah untuk mengetahui cara mendapatkan tiket ke sorga. Sejauh yang dia pelajari, hukum yang paling tinggi dalam agamanya adalah sepuluh perintah Allah dalam Keluaran 20, dan itu sudah dia lakukan semua. Namun, siapa tahu… siapa tahu saja masih ada yang lolos dari perhatiannya. Ini adalah persoalan masuk sorga atau neraka. Tidak boleh ceroboh sedikit pun, dan siapa tahu guru yang bernama Yesus itu mempunyai ide lain yang baru. Atau, jika tidak ada ajaran baru, menjawab di depan umum, “Sudah… Ya, sudah!” untuk pertanyaan “Apakah kamu sudah melakukan perintah pertama? Kedua? Ketiga? Sampai ke sepuluh?” membuat suasana hati lumayan enak juga.

Ada sebuah hal yang menarik dari respons Yesus terhadap pertanyaan anak muda yang kaya ini. Dia tidak memulai dengan menanyakan apakah anak muda itu sudah melakukan perintah pertama, lalu kedua, ketiga, dan seterusnya. Melainkan, Yesus dengan sengaja menanyakan perintah kelima, keenam, ketujuh, dan seterusnya, seperti hendak memberi makan pada kesombongan si anak muda ini. Membunuh, berzinah, mencuri, dan bersaksi dusta adalah perbuatan yang teramati dari luar. Menginginkan milik orang lain mungkin lebih sulit terdeteksi, tetapi terlihat ketika keinginan itu berbuah menjadi perbuatan. Anak muda ini tentu telah memeriksa dirinya dengan hukum-hukum ini sebelum datang kepada Yesus, dan dengan yakin dia mengaku sudah melakukan semua itu.

Meskipun tidak ditanyakan, tentu hukum tentang Sabat, penyebutan nama Yahweh, dan penyembahan patung berhala juga telah dipelihara atau dilakukan oleh anak muda itu. Tidak ada orang Yahudi yang berani bermain-main dengan hukum Sabat, nama Yahweh, dan penyembahan berhala. Anak muda ini tentu juga sudah memeriksa dirinya, bahkan dapat dijamin oleh masyarakat yang mengamatinya bahwa dia telah memelihara semua hukum itu. Ini karena hal-hal di atas juga dapat diamati dari perbuatan luar seseorang.

Akan tetapi, Tuhan Yesus mengetahui apa yang tidak diketahui oleh masyarakat, bahkan anak muda itu sendiri, yaitu bahwa anak muda itu belum menjalankan perintah pertama. Dalam perintah itu, kita dilarang untuk mempunyai allah lain di hadapan Allah yang sejati. Dan, inilah yang paling sulit terdeteksi. Kita dapat menjadi sangat saleh sambil menyimpan dan menyembah juga allah lain.

Bagaimana cara mendeteksi kehadiran allah lain? Yesus sudah menunjukkan caranya. Ujilah diri kita sendiri dan semua berkat yang Tuhan berikan dalam hidup kita. Apakah itu telah menjadi allah kita? Jika Tuhan meminta kita untuk membuangnya demi Tuhan, apakah kita bersedia? Jika kita tidak bersedia, itulah allah lain yang tersembunyi dalam hati kita.

Erwan

Maret 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲