Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Peace of God (I)

Banyak yang meramalkan (sebenarnya cuma menerka-nerka) bahwa tahun 2013 adalah tahun yang sulit dan penuh tantangan. Kondisi ekonomi global yang belum pulih, konflik antarnegara di beberapa lokasi, dan terutama dalam kondisi politik di Indonesia menjelang pemilu 2014, dikhawatirkan ada manuver-manuver yang menyebabkan situasi politik, ekonomi, dan sosial tidak stabil. Lalu di tengah-tengah kondisi yang negatif, yang semrawut, yang mengkhawatirkan, yang kacau, dan bahaya, kira-kira apa yang menjadi gambaran damai sejahtera bagi orang-orang yang mendambakannya?

Mungkin sebagian besar akan menunjukkan gambar-gambar indah seperti yang bisa kita temui banyak ditempel di etalase kaca biro wisata: seorang sedang duduk tenang berbaring di tengah hamparan pasir putih menikmati suara deburan ombak di pinggir laut biru yang begitu indah, atau juga mungkin gambar seorang wanita muda sedang duduk dengan posisi yoga memejamkan mata dan ekspresi wajah teduh. Apakah itu konsep kita tentang damai? Mungkin sekali konsep yang ada di benak orang Kristen tidak jauh berbeda dari konsep-konsep duniawi tentang damai sejahtera. Namun Alkitab mencatat suatu gambaran yang jauh berbeda. Apakah seseorang yang difitnah lalu dikepung oleh masyarakat setempat lalu dipukuli dan kemudian dijebloskan ke penjara dapat kita kategorikan sebagai orang yang mempunyai damai sejahtera? Itulah yang terjadi pada diri Paulus dan Silas ketika mereka memberitakan Injil di kota Filipi (bandingkan Kisah Para Rasul 16). Namun kedua orang ini yang seharusnya stres berat dan penuh dendam terhadap mereka yang menyiksa mereka, malam-malam di penjara berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah. Dan di akhir perikop dikisahkan bahwa lawan merekalah yang ketakutan dan memohon maaf kepada mereka. Rupanya damai sejahtera sejati tidak tergantung pada situasi dan kondisi luar.

Di dalam surat Paulus kepada jemaat Filipi, Paulus memberikan rahasianya. Filipi 4:7 – Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus. Dari ayat pendek ini kita bisa mengerti dengan lebih saksama bahwa setidaknya ada 3 unsur dalam damai sejahtera Allah tersebut: 1) sifatnya: melampaui segala akal, 2) manfaatnya: memelihara hati dan pikiran kita, 3) syaratnya: dalam Kristus Yesus.

Hanya unsur pertama yang akan kita bahas di sini. Damai sejahtera Allah melampaui segala akal. Melampaui segala akal TIDAK SAMA DENGAN tidak masuk akal, walau keduanya sering terlihat mirip. Sepertinya sambil damai sambil dipukuli dan dipenjara terlihat sangat tidak masuk akal, tapi dikatakan melampaui akal. Mengapa? Karena Paulus dan Silas yakin bersama-sama dengan semua pahlawan iman yang disebutkan dalam Ibrani 11 – bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada mereka. Melampaui akal, karena damai yang mereka miliki dialaskan pada pengharapan kemuliaan yang jauh lebih besar.

Di tahun yang baru ini, Anda menghadapi situasi yang membuat Anda khawatir, kehilangan damai? Firman Tuhan menyatakan, damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, termasuk akal kita yang kurang beriman mampu menjaga hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.

Heruarto Salim

Januari 2013

1 tanggapan.

1. Kudeng dari Makassar berkata pada 28 January 2013:

Surga itu memang disembunyikan oleh Allah YME kepada manusia-manusia yang merasa bijak dan pintar, tetapi diberikanNya kepada siapa yang dikehendakiNya, yaitu manusia-manusia yang rendah hati, merasa berbeban berat, tidak mampu keluar dari dosa melalui usaha dan kekuatannya sendiri, tetapi berusaha bertobat atas keberadaannya sendiri. Manusia-manusia macam inilah yang disebut DILAHIRKAN KEMBALI. Perkerjaan ini DIPASTIKAN MANUSIA TIDAK MAMPU MELAKUKANNYA SENDIRI TETAPI OLEH KEHENDAK ALLAH SENDIRI MELALUI PEKERJAAN ROH KUDUS. Semua proses ini tidak akan pernah dirasakan oleh manusia-manusia yang tidak dikehendaki Allah untuk masuk kedalam kerajaanNya. Karakter dasar manusia-manusia adalah merasa bijak, mahatahu dan marasa pintar, karena inilah bukti dan buah dosa-dosa yang adalah dirinya. Makanya manusia tanpa pertobaatan yang dikerjakan oleh Allah sendiri tidak akan pernah bertemu denganNya. Menurut pemahaman yang kecil ini adalah inti pesan yang ditulis oleh kurang lebih 40 org dalam Alkitab perjanjian lama dan dilengkapi kitab perjanjian baru dan bukan oleh 1 org dan dalam rentang waktu panjang kurang lebih 1600 tahun. Berobat adalah tanda manusia menyadari diri telah melawan kehendak Allah. Mohon maaf apabila tanggapan ini ada yang tidak berkenan terima kasih.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲