Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pelajaran Pertama tentang Iman

“Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel.” (Bil. 13:2)

Kita mengetahui cerita tentang dua belas pengintai. Dua belas pengintai diutus Musa, atas titah Allah, untuk mengintai tanah Kanaan. Keduabelas orang itu berangkat pada waktu yang sama, melihat hal yang sama bersamaan, dari tempat dan sudut pandang yang sama, tetapi membawa pulang berita yang berbeda. Mereka semua setuju bahwa Kanaan adalah tanah yang subur dan “berlimpah-limpah susu dan madunya”. Namun, mereka berbeda pendapat mengenai penduduknya. Sepuluh pengintai dari utusan itu mengabarkan kehebatan orang Kanaan dan pesimis terhadap perang itu. Sedangkan dua orang pengintai yakin bahwa orang Israel pasti akan mampu mengalahkan mereka.

Tugas para pengintai itu sering kita salah mengerti sebagai pembaca modern. Bagi kita, tugas pengintai adalah memata-matai kondisi sebuah negara, mengumpulkan data, mengukur kekuatan musuh, dan membuat perhitungan kans menang jika menyatakan perang terhadap mereka. Pemahaman seperti ini perlu kita ubah. Jelas dari perintah Tuhan yang dikutip di atas bahwa orang Israel pasti akan menang perang. Tanah Kanaan itu pasti akan diberikan Tuhan kepada mereka. Jadi, untuk apa mereka mengintai jika tidak untuk mengukur kekuatan musuh? Tugas mereka yang sebenarnya adalah seperti yang dikerjakan oleh Yosua dan Kaleb: mereka pergi mengintai untuk pulang dengan kabar tentang betapa indahnya pemberian Allah yang menunggu mereka di depan. Mereka diutus untuk kemudian kembali dengan membawa harapan dan membangkitkan semangat perang, bukan menebar ketakutan seperti yang dilakukan oleh sepuluh pengintai lainnya.

Sayangnya, orang Israel lebih memercayai laporan kesepuluh orang itu daripada laporan Yosua dan Kaleb. Mereka menjadi bersungut-sungut dan memberontak melawan Tuhan. Karena pemberontakan ini, Tuhan murka dan satu generasi Israel pada saat itu dilarang Tuhan masuk ke dalam tanah perjanjian.

Dari cerita ini, kita dapat memetik sebuah pelajaran tentang iman. Di sepanjang Kitab Suci terlihat sekali bahwa Allah sangat menyayangi orang yang beriman dan murka terhadap orang yang tidak beriman. Mengapa? Karena iman membawa manusia kepada ketaatan, dan ketiadaan iman memimpin manusia kepada ketidaktaatan, bahkan pemberontakan melawan Tuhan. Ketaatan sejati bukanlah hal yang mudah bagi manusia berdosa karena ketaatan sejati membutuhkan langkah iman. Orang yang beriman kecil tidak akan dapat taat dalam hal yang besar.

Apakah Anda menemukan diri Anda sulit untuk taat kepada Tuhan? Mungkin ini karena Anda kurang berjalan dalam iman.

Erwan

Mei 2012

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Bersyukur untuk MRII Samarinda dan GRII Kebon Jeruk yang akan melakukan Kebaktian Dedikasi Gedung Baru pada tanggal 5 April 2018 dan tanggal 7 April 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara dan firnanda: wartawan Koran B = - Gubernur memaksa pedagang Bakso di Sirabaya untuk Pindah tgl 21...

Selengkapnya...

Saya terlebih dahulu mohon maaf, kalau salah salah kata. Saudara dedi dari siantar, saya mau Tanya, kapankah Tuhan...

Selengkapnya...

Pertanyaan buat Wong Maruf....ayat - ayat Alkitab yang anda kutip sebagai dasar kesimpulan anda bahwa Yesus itu bukan...

Selengkapnya...

Martua Siringoringo Nggak usah bikin tafsir berlebihan, yang jelas Yesus sendiri menyatakan bahwa KEHIDUPAN YANG...

Selengkapnya...

Bpk Pdt. DR. Stephen Tong. Saya berTerimakasih banyak atas penyampain Isih Firman Allah (melalui Artikel ini)...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲