Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pengampunan

Hari Lebaran banyak ditandai dengan ucapan “Mohon Maaf Lahir dan Batin”. Kita patut menghargai iktikad baik dari teman-teman Muslim kita yang berjuang untuk hidup suci selama satu bulan penuh.

Bagaimana dengan kita sebagai orang Kristen? Tuhan Yesus mengatakan bahwa kita harus belajar saling mengampuni 70 x 7 kali. Dia sendiri menjadi teladan dengan kasih-Nya yang sempurna di atas kayu salib. Dia dengan tekun menanggung kehinaan yang datang kepada- Nya secara bertubi-tubi. Bukan itu saja, Dia menanggung kehinaan itu dengan kasih dan tetap mengasihi orang yang menghina Dia. Oleh karena itu, setiap kali kita mendengar kata “pengampunan”, biarlah kita insaf bahwa di balik kata ini terkandung makna yang mahadahsyat. Apa maksudnya?

Maksudnya adalah bahwa aku yang berdosa ini boleh menerima pengampunan. Aku yang tidak bisa berjuang untuk hidup suci dari diriku sendiri ini bisa mendapatkan pengampunan. Aku yang pada diriku sendiri tidak bisa mengampuni 70 x 7 kali ini mendapatkan hak penuh untuk diampuni 70 x 7 kali. Dan aku yang tidak bisa melakukan semuanya ini perlu memaafkan dan dimaafkan.

Lantas, apakah kita sudah memohon kepada Tuhan agar diberi kesempatan membagikan pengampunan 70 x 7 kali ini selama Lebaran? Agar teman-teman kita mengerti bahwa Salib itu mahadahsyat. Amin.

Lukas Yuan Utomo

Juli 2016

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk rangkaian KKR yang dipimpin oleh Pdt. Dr. Stephen Tong di Malaysia yaitu Johor Bahru dan Muar pada tanggal 18-22 November 2019. Berdoa kiranya Roh Kudus memelihara iman dari setiap orang yang telah mendengarkan Injil dan merespons terhadap panggilan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat melalui rangkaian KKR ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Terima kasih karena tulisan ini menguatkan dan meneguhkan kembali hati yang telah bertobat. Pertobatan sejati berarti...

Selengkapnya...

Tulisan Pak Erwan ini sangat inspiratif bagi diri saya bahwa sebagai pengkikut Yesus Kristus ada amanat agung yang...

Selengkapnya...

Saya mau beli buku ini, bgm caranya?

Selengkapnya...

Saya berjemaat di salah satu gereja kharismatik terbesar di Indonesia selama +/- 26 tahun, dan sejak 2016 saya...

Selengkapnya...

Artikelnya menarik karena disertai dengan fakta sejarahnya. Artikelnya menunjukkan pentingnya Canons of Dort tetapi...

Selengkapnya...

© 2010, 2020 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲