Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pengharapan dan Mimpi

O little town of Bethlehem
How still we see thee lie
Above thy deep and dreamless sleep
The silent stars go by
Yet in thy dark streets shineth
The everlasting Light
The hopes and fears of all the years
Are met in thee tonight

Kota-kota metropolitan, megapolitan, dan kosmopolitan di seluruh dunia seperti Jakarta, Singapore, Hong Kong, New York merayakan Natal dengan shopping spree. Tetapi shopping spree tidaklah menjawab kebutuhan kekosongan hati masyarakat. Shopping spree hanyalah memuaskan keinginan mata dan hati konsumtif manusia saja. Shopping spree tidak pernah mengingatkan manusia akan makna Natal sesungguhnya ketika Tuhan Yesus lahir ke dalam dunia di palungan.

Demikianlah yang terjadi di kota-kota besar 2000 tahun yang lalu. Memang tidak tercatat apa yang terjadi di Roma dan Alexandria ketika Yesus lahir, tetapi kita mengetahui di kota Yerusalem ada ahli- ahli Taurat yang tahu Sang Raja akan lahir di Betlehem. Ahli Taurat itu memberitahukannya kepada Herodes untuk disampaikan kepada orang Majus yang menyambut kelahiran Yesus. Tetapi ahli Taurat itu lebih memilih berada di sekitar Herodes daripada memiliki kerinduan untuk ikut orang-orang majus menyembah Sang Raja. Karena ahli-ahli Taurat tersebut memang tidak berharap dan tidak bermimpi akan kedatangan Sang Raja. Mereka telah terbius oleh kenyamanan istana Herodes.

Tetapi di sudut kota kecil Betlehem, lahirlah bayi Yesus yang membuat penasaran para malaikat di dalam heavenly realm dan diharapkan (hope), dimimpikan (dream) serta dinanti-nantikan para nabi di dalam sejarah yang digergaji, dipenjara, disiksa, dan dibunuh selama ribuan tahun sebelum kelahiran- Nya. Bayi ini yang membuat hati, lidah, mulut, dan seluruh tubuh Simeon bermazmur dan bernubuat ketika dia melihat Keselamatan dengan matanya sendiri. Bayi Yesus yang sama ini juga yang menjadi pengharapan para rasul dan kaum martir sampai zaman sekarang yang disalib, ditombak, dikuliti, direbus, dibakar sesudah kelahiran-Nya.

The hope and fears of all the years are met in thee tonight.

Pengharapan dan Mimpi selama ribuan tahun oleh para nabi sebelum kelahiran-Nya, Pengharapan dan Mimpi selama ribuan tahun oleh orang Kristen sesudah kelahiran-Nya, ...
bersatu di dalam diri-Nya....
Malam itu...

Apakah kita menjadi ahli Taurat yang terbius dengan kenyamanan dunia atau kita menjadi kaum berharap dan kaum pemimpi di malam Natal? Sesungguhnya Keselamatan telah tiba! Amin.

Lukas Yuan Utomo

Desember 2014

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk pimpinan dan penyertaan Tuhan sehingga izin pendirian dan pelaksanaan Calvin Institute of Technology telah diberikan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi pada tanggal 18 Oktober 2018.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Puji Tuhan, harapan saya terkabul, bisa mendengar secara langsung khotbah pendeta Dr. Sthepen Tong dan foto bersama...

Selengkapnya...

Mohon penjelasannya terkait "Etika hidup kita ditentukan oleh kebenaran Allah, bukan oleh diri kita...

Selengkapnya...

bersyukur dalam segala keadaan, semakin terberkati... biarlah kehidupan ini jadi seperti yang Tuhan perkenankan...

Selengkapnya...

Terima Kasih Yah...

Selengkapnya...

puji Tuhan...iamn yg disertai praktek syukur dalam segala musim hidup ini semakin meneguhkan pengharapan akan...

Selengkapnya...

© 2010, 2018 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲