Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Penghiburan Sejati

Hari ini salah seorang saudara yang kami kasihi kehilangan anaknya karena kecelakaan. Suatu tragedi yang memukul kami semua dan mendukakan hati.

Merenungkan kematian tidak bisa dilepaskan dari kehidupan, demikian juga sebaliknya. Kematian adalah akhir kehidupan. Dalam keberdosaan, memang…

kematian adalah kepastian,
kematian adalah keharusan,
kematian adalah keniscayaan.

Kematian harus hadir dalam kehidupan, di akhir kehidupan yang diharapkan cukup panjang. Tetapi jika kematian hadir ketika kehidupan baru saja dimulai, bukankah itu sangat menyedihkan? Seperti bunga yang baru kuncup, layu kekeringan. Tetapi siapakah yang sanggup menahan kematian? Siapakah yang sanggup memastikan hadirnya kematian di akhir hidup yang cukup panjang? Demikianlah hidup manusia tidak ada yang pasti dan semuanya itu kesia-siaan. Dilihat dari sisi ini, ada benarnya ajaran Buddha yang mengajarkan bahwa kehidupan adalah penderitaan. Jika kehidupan memang demikian, penuh kesengsaraan, bukankah lebih baik seorang manusia tidak dilahirkan?

Tidak ada hikmat manusia yang bisa menjawab pertanyaan ini. Tidak ada jawaban dari pengetahuan manusia yang sanggup memuaskan kita. Dan memang hal ini terlalu dalam untuk diselami oleh pikiran manusia semata.

Tetapi ada satu hal yang kita tahu pasti dan akan terus memberikan kita kekuatan, yaitu bahwa:

Penghiburan kita hanyalah ada pada Tuhan kita, Yesus Kristus, Sang Imam Besar yang mengerti segala kesulitan kita.
Penghiburan kita hanyalah ada pada Tuhan kita, Yesus Kristus, Sang Korban Penebus kita yang mati muda pada masa puncak kehidupan-Nya.
Penghiburan kita hanyalah ada pada Tuhan kita, Yesus Kristus, Sang Penghibur sejati yang memberikan Roh Penghibur untuk terus menghibur kita dan tinggal di dalam kita untuk selama-lamanya.

Amin.

Lukas Yuan Utomo

Juni 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Unduh PDF
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Bersyukur untuk Kebaktian Pembaruan Iman Nasional II bertemakan “Bertobatlah! Dan Hidup Suci” yang telah diadakan di kota pertama yaitu Kabanjahe pada tanggal 23 April 2019. Berdoa untuk rencana 100 kota yang akan dikunjungi di seluruh penjuru Indonesia dan 50 kota di luar negeri. Berdoa untuk Pdt. Dr. Stephen Tong, kiranya Tuhan memberikan kuasa untuk memenangkan jiwa-jiwa dan kekuatan untuk memberitakan Injil di masa tua beliau. Berdoa untuk setiap persiapan di kota-kota yang akan dikunjungi sehingga kemuliaan Tuhan dinyatakan sekali lagi di zaman ini.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Satu sisi kehidupan Daud akan pengenalan kepada Allah yang meneguhkanku dan membuat saya bertobat, apapun yang...

Selengkapnya...

saya bertanya saja. apa kalau saya beribadah menggunkan drum saya masuk neraka?

Selengkapnya...

Yang saya pahami, Langit yang baru dan Bumi yang baru adalah tempat tinggal manusia2 yg telah diselamatkan, dan...

Selengkapnya...

5 Tahun yg Lalu,saya Mengalami Suatu Dorongan Yg Begitu Kuat Melalui Firman ini,Saya Juga sempat Pergi...

Selengkapnya...

saya mendoakan senor rekan pelayanan saya yang sakit kanker, segala cara telah dilakukannya, hanya tinggal menunggu...

Selengkapnya...

© 2010, 2019 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲