Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

PENGLIHATAN #2

Mata Tuhan Yesus melihat nilai yang sesungguhnya (the real value)

Mata kita – manusia berdosa – gampang sekali tertipu oleh fenomena luar, kita melihat apa yg menempel di luar: merek baju apa yang dipakai, mobil apa yang dikendarai, rumah di daerah mana, dan sebagainya. Kita bukan menilai siapakah manusia itu sebenarnya.

Berbeda dengan mata Tuhan Yesus. Dia melihat dengan sesungguhnya, sebagaimana apa adanya. Tidak ada fenomena luar yang bisa menipu mata X-ray tersebut yang melihat hingga kedalaman hati terdalam. Tuhan menilai kita sebagaimana kita diciptakan, bukan karena kita lebih mempunyai kekayaan materi, lebih mempunyai pencapaian karir, lalu membuat nilai kita bertambah atau berkurang. Tidak ada yang kita punya atau kita lakukan dapat mengubah penilaian-Nya. Manusia melihat fenomena. Tuhan Yesus melihat hati – esensi keberadaan kita.

Tuhan mengenal kita dari nilai yang sesungguhnya. Nilai kita waktu kita diciptakan. Waktu penciptaan, manusia adalah puncak dari segala ciptaan. mahluk yang paling mulia. Tetapi aneh kenapa Tuhan memakai debu tanah yang remeh dan tidak bernilai untuk menjadikan manusia? Bukankah sebagai makhluk yang mulia seharusnya Tuhan memakai bahan baku yang paling berharga seperti emas dan permata? Tidak! Dari sini kita mengerti, Tuhan mau kita melihat satu hal: kemuliaan manusia bukan dari emas atau permata tetapi dari Tuhan memberikan nafas kehidupan bagi manusia.

Kita adalah peta dan teladan Allah tetapi sejak Adam memberontak, kita semua telah menjadi peta teladan Allah yang rusak, peta teladan Allah yang telah melawan Sang Pencipta. Itulah yang Tuhan lihat pada manusia, baik dia seorang imam, orang Farisi, ahli Taurat, ataupun seorang pemungut cukai. Mereka semua sama-sama orang berdosa yang memerlukan penebusan dosa.

Orang Farisi marah ketika Yesus menerima Matius karena mereka merasa mereka orang benar sedangkan pemungut cukai adalah orang berdosa. Pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat bangsa, pemeras sesama, singkatnya sampah masyarakat. Apa yang terlihat dari luar sebagai sampah, bisa dilihat oleh Tuhan Yesus sebagai permata yang tersembunyi dengan bungkusan kotoran sampah.

Pemungut cukai, orang gila, bagi orang Yahudi sama tidak ada harganya. Di perikop sebelumnya masyarakat Gadara mengusir Tuhan Yesus keluar dari daerah mereka karena 2.000 babi mereka (kalau 1 ekor babi seharga Rp. 2 juta, maka total kerugian sekitar Rp. 4M) terjun bebas ke jurang. Tuhan Yesus melihat jiwa orang gila lebih berharga daripada sekadar 2.000 babi! Dan Tuhan Yesus memilih 1 Matius menjadi murid-Nya dibandingkan 2.000 orang Farisi lainnya pada saat itu. Tuhan memilih Matius bukan karena apa yang ada padanya, demikian juga kita dipilih bukan karena apa yang kita punya atau kita perbuat. Sepenuhnya adalah kedaulatan dan anugerah-Nya semata. Soli Deo Gloria.

Heruarto Salim

Maret 2015

2 tanggapan.

1. Novi Astuti Y.L dari Semarang berkata pada 27 March 2015:

Artikel yang menarik, mengingat saat ini bahkan sejak dulu manusia selalu terkesima dengan yang terlihat, terpandang di mata masyarakat. Sementara banyak orang terpinggirkan ( orang miskin, tidak berkesempatn mengeyam pendidikan, stress, sendirian, berbeda dengan orang pada umumnya ) dijauhi, dikucilkan, tidak dipedulikan. Padahal mereka PERLU DISENTUH DAN DIPULIHKAN, mereka sama-sama ciptaan Tuhan yang dicipta segambar dengan rupa Allah. Perlu diberi kesempatan, dikasihi dan dikembalikan pada maksudNYA dia diciptakan, untuk memuliakan NamaNya.

2. Jacoba Widjaja dari Jakarta berkata pada 30 March 2015:

Puji Tuhan artikel ini mengingatkan kita dr mana kita berasal yaitu debu tanah.Jd siapa kita,apa jabatan kita,brapa bnyk harta kita tdk lantas membuat kita lbh tinggi nilainya di mata Tuhan.Kita belajar dr Anak Allah yg setara dgn Allah,masuk ke dunia yg dibatasi ruang dan waktu hanya spy bisa menggenapi kehendak Bapa-Nya. Maka kalau kita ingin menyenangkan hati Tuhan kita belajar dr Yesus saja (Filipi 2:5-8).Kiranya kasih karunia dan damai sejahtera dr Tuhan Yesus Kristus menyertai kita semua.Amin.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Menurut saya artikel yg membingungkan...terakhir dinyatakan iman dan perbuatan baik tidak dapat dipisahkan.....awal...

Selengkapnya...

Awalnya saya bingung, saya sedang berlatih agar bisa menjadi seorang atlet tinju profesional.. Namun bagaimanakah...

Selengkapnya...

Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲