Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

PENGLIHATAN #3

Mata Tuhan Yesus melihat potensi di depan (what they will be in God’s hand)

Kita mungkin juga akan berpendapat dan mencibir seperti orang-orang Farisi ketika melihat Tuhan Yesus memilih murid-murid-Nya – para nelayan dari kampung Galilea, Matius si pemungut cukai, Simon orang Zelot, Yohanes si anak kemarin sore bau kencur. Dream team-nya Tuhan Yesus lebih mirip segerombolan pecundang kampungan. Apakah yang dilihat Tuhan Yesus?

Salah satunya adalah bahwa para orang Farisi ini melihat masa kini, Yesus melihat masa depan. Yesus melihat di masa depan, kerajaan Romawi tidak bertekuk lutut oleh orang-orang Farisi atau oleh pemimpin-pemimpin agama di Yerusalem, tetapi justru oleh para nelayan ini yang akan menggoncang dunia. Yesus bisa melihat bahwa nanti banyak raja dan pemimpin besar dunia berlutut di bawah tulisan-tulisan yang ditulis oleh orang-orang pinggiran tadi. 

Matius yang ahli tulis bon cukai ternyata diubahkan oleh Tuhan untuk menulis Injil Matius. Markus yang “dibuang" oleh Paulus ternyata kelak menulis Injil Markus. Yohanes si anak kemarin sore, akhirnya dipakai Tuhan untuk menulis, ada lima kitab hasil tulisannya di Perjanjian Baru. Mengapa Tuhan mau memakai para pecundang, mereka yang dipandang sebelah mata di dalam masyarakat? Rasul Paulus memberikan jawabannya di dalam 1 Korintus 1:25-29:

Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang. Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah.

Tuhan mampu memakai siapa pun, apa pun untuk kemuliaan-Nya. Tuhan Yesus sudah menebusmu dengan hal yang paling bernilai di seluruh jagad: dengan darah-Nya. Setiap orang yang ditebus Tuhan berharga di mata-Nya. Dengan tangan-Nya Ia mau membentukmu. Dengan tangan-Nya Ia mau engkau menggali semua potensi dan talenta yang Ia sudah berikan padamu. Maukah engkau menggalinya, mengembangkannya, dan mengembalikannya bagi kemuliaan-Nya?

Heruarto Salim

April 2015

1 tanggapan.

1. samson dari pekanbaru berkata pada 24 April 2015:

Luar biasa !!! Terimakasih Buletin Pillar. Terimakasih TUHAN !

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲