Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Permintaan Terakhir

Permintaan terakhir di dalam Doa Bapa Kami yang diajarkan oleh Tuhan Yesus adalah meminta supaya tidak dibawa ke dalam pencobaan oleh Tuhan. Beberapa hal sudah jelas dan perlu diterima dari awal. Tuhan tidak mencobai manusia. Mencobai adalah pekerjaan aktif si Jahat yang ingin menjatuhkan manusia. Namun, Tuhan dapat secara aktif menempatkan anak-anak-Nya ke dalam ujian: terpaan kesulitan, tantangan, dan penderitaan. Bagaimanapun juga, pencobaan si Jahat dan ujian dari Tuhan diizinkan terjadi dalam kehidupan anak-anak- Nya, bukan dengan maksud menjatuhkan, tetapi untuk mendewasakan mereka. Anak-anak yang lulus dari pencobaan dan ujian menunjukkan peningkatan dalam kerohanian mereka. Kata “pencobaan” dalam permintaan terakhir Doa Bapa Kami sangat mungkin mencakup sisi pencobaan maupun ujian. Akan tetapi, dengan melihat manfaat mereka bagi orang percaya, bukankah seharusnya kita meminta pencobaan dari Tuhan? Mengapa Tuhan Yesus mengajari kita untuk meminta supaya dijauhkan dari pencobaan?

Terlepas dari manfaatnya, ada dua alasan yang dapat kita renungkan untuk tidak meminta pencobaan, dan meminta supaya tidak dibawa ke dalam pencobaan. Pertama, meminta pencobaan atas dasar kepercayaan diri adalah semacam kejatuhan di dalam pencobaan juga. Dalam dunia pendidikan, adalah hal yang menggembirakan bila siswa mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan akhirnya menyelesaikan ujian dengan nilai yang tinggi. Namun, akan terasa janggal jika siswa yang merasa sudah cerdas menantang gurunya untuk memberikan ujian kepadanya setiap saat. Apa yang akan kita pikirkan jika ada murid yang meminta ulangan setiap kali berpapasan? Jika kita berdoa meminta ujian, bukankah dalam doa sekalipun, kita sudah jatuh ke dalam dosa kesombongan? Ketika kita dengan percaya diri mengatakan kesucian kita sudah tinggi dan tidak mungkin jatuh ke dalam dosa ketika dicobai, bukankah pada saat itu juga kita sudah tidak suci karena arogan, dan sekaligus jatuh dalam pencobaan?

Kedua, konsekuensi dari kegagalan dalam pencobaan adalah hal yang sangat kita benci, yaitu dosa. Gagal di dalam ulangan di sekolah tidak mempunyai konsekuensi separah itu. Separah- parahnya, gagal dalam ujian di sekolah adalah tidak lulus atau tidak naik kelas. Namun, jika kita terjatuh di dalam pencobaan, akibatnya adalah dosa, dan dosa mendatangkan murka Tuhan. Dosa dan murka Tuhan. Bukankah yang pertama sangat dibenci dan yang kedua sangat ditakuti orang Kristen?

Tuhan Yesus mengajarkan supaya kita meminta untuk tidak dibawa ke dalam pencobaan. Itu adalah permintaan yang sangat rendah hati dan suci. Permintaan sebelumnya adalah supaya Bapa mengampuni kesalahan-kesalahan kita. Permintaan terakhir dalam Doa Bapa Kami adalah supaya jangan sampai ketika kita lemah dalam pencobaan, kita kembali berbuat kesalahan.

Berdoalah supaya Tuhan tidak membawa kita ke dalam pencobaan sehingga kita terhindar dari satu lagi kemungkinan untuk berdosa dan dimurkai Tuhan.

Erwan

Agustus 2013

1 tanggapan.

1. Malik Darius Bambangan dari Purwokerto berkata pada 25 October 2013:

Permintaan yang sesuai dengan kehendak Tuhan akan memberikan pemahaman yang benar bagi kita, namun ketika doa itu tidak sesaui kehendak Tuhan, maka hendaknya kita sadar juga bahwa ketika permintaan itu gagal, maka saatnya untuk koreksi diri. maju terus dalam Tuhan dan tiada henti memuji dan menyembah-Nya.

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

1. Berdoa untuk Konvensi Nasional 500 Tahun Reformasi dengan tema “Reformasi dan Dinamika Sejarah” yang diadakan di 17 kota di seluruh Indonesia.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Amatir Bicara: Kadang-kadang Allah memakai Iblis untuk mencapai maksud-maksud ilahi-Nya dengan mengizinkan Iblis...

Selengkapnya...

Inilah seharusnya y dimiliki setiap orang percaya, bukan menjadi suatu komunitas "VIV". Karena sering yg...

Selengkapnya...

Cardinal Newman famously said, “To be deep in history is to cease to be a Protestant.”

Selengkapnya...

www.biblearchaeology.org/post/2008/11/08/The-Manger-and-the-Inn.aspx Artikel ilmiah dalam jurnal ini menjelaskan...

Selengkapnya...

Terimakasih. Saya merasa sangat diberkati, diperingatkan juga dikuatkan dengan penyajian kisah reformasi dan...

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲