Renungan Mingguan Khusus Pillar Online

Pertanyaan Ketiga

“Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” “Apakah yang telah kau perbuat ini?”

Pertanyaan Allah kepada manusia, “Apakah engkau?” dijawab oleh Adam dan Hawa dengan “Bukan saya, tetapi dia.” Adam menjawab, “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Bukan salahku, tetapi salah perempuan itu, salah Allah yang memberikan perempuan itu, aku tidak memintanya. Hawa menjawab, “Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan.” Bukan salahku, tetapi salah ular itu, dia yang menipu aku.

Adam dan Hawa telah melanggar perintah Allah, mereka bersalah di mata Allah, mereka harus menanggung akibat perbuatan mereka masing-masing. Ular, yang menjadi biang pengacau, dikutuk oleh Tuhan dengan kebinasaan final, tidak ada jalan keselamatan. Adam dan Hawa yang memakan umpan si ular, menuai kesusahan, tetapi masih dianugerahkan jalan keselamatan. “Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau (ed: ular) dan perempuan ini (ed: Hawa), antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya.” Kepala yang hancur adalah kematian sedangkan tumit yang hancur adalah penderitaan, tetapi tetap hidup.

Manusia harus bertanggung jawab kepada Tuhan atas apa yang diperbuatnya. Manusia tidak dapat melemparkan kesalahan kepada orang lain, dan tidak dapat lari dari penghukuman atas pelanggarannya. Tetapi anugerah Allah diberikan kepada manusia. Allah tidak shut down hidup Adam dan Hawa yang “error", seperti kita shut down komputer kita ketika “error”.

Apa yang Allah perbuat? Pertama, Allah mendefinisikan bahwa permusuhan yang sesungguhnya adalah antara manusia dengan setan bukan antara manusia dengan Allah. Kedua, Allah mendefinisikan akhir dari permusuhan itu adalah setan akan binasa secara total dan manusia akan menderita tetapi menang. Karya keselamatan ini diselesaikan oleh Yesus Kristus. Dialah keturunan perempuan yang meremukkan kepala ular ketika Dia bangkit dari kematian. Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu? Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita (1Kor. 15:54-57).

Setiap kali kita teringat akan dosa yang telah kita perbuat, janganlah terus menyesali diri dan mempersalahkan diri atau orang lain dengan tiada pengharapan. Melainkan bersyukurlah karena ada pengampunan dan bersukacita akan kemenangan yang telah dicapai oleh Juruselamat kita.

Yana Valentina

Juni 2015

Silakan memberikan tanggapan, saran ataupun komentar di bawah.
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan ataupun mencabut komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah ataupun berisi kebencian.

Pastikan alamat email anda ditulis dengan benar,
karena anda harus mengkonfirmasi tanggapan anda melalui email.
Cari
App Android
Kini tersedia aplikasi untuk ponsel atau tablet Android Anda!
Android App di Google Play
Berlangganan Pillar
Dapatkan Pillar edisi online secara rutin dengan berlangganan!

Selengkapnya...

Pokok Doa

Berdoa untuk Gerakan Reformed Injili dalam menjalankan mandat Injil melalui pemberitaan Injil baik secara pribadi, berkelompok, maupun massal.

Selengkapnya...

Tanggapan Terbaru
Contoh lain bhw di dlm Alkitab terdapat konsep seseorang dpt memperoleh pengurangan atau pembebasan hukuman sbg...

Selengkapnya...

Akan tetapi, seseorang tidak perlu bergantung pada dirinya saja untuk melunasi utang tersebut. Kekristenan pada zaman...

Selengkapnya...

Gereja Roma Katolik pada zaman itu memercayai dua hal yang fundamental berkaitan hal ini. Pertama, bahwa manusia...

Selengkapnya...

Halo Jones, Saya sendiri juga melayani dalam wadah sekolah minggu (SD). Tanggapan singkat saja dari saya. Untuk...

Selengkapnya...

Bagaimana caranya kita menerapkan pemahaman alkitab terhadap anak anak seperti saudara kita yang belajar di mda misalnya

Selengkapnya...

© 2010, 2017 Buletin Pillar | Hubungi kami | GRII | Kembali ke atas ▲